Caper atau Kebencian

Kedua orang ini mencari perhatian dengan mendatangi kantor polisi, melaporkan pihak lain yang tidak sepemahaman dengan mereka, atau sebenarnya...

Istimewa Tribun Kaltim
Adi Supriadi, Dosen Politeknik Pertanian Negeri Samarinda 

Oleh: Adi Supriadi

Dosen Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

Tadi malam saya pergi ke salah satu pusat perbelanjaan untuk membeli sepatu sekolah buat anak perempuan saya, yang kini duduk di kelas dua sekolah dasar.

Saya pergi bersama istri, anak saya yang perempuan dan adik laki-lakinya yang berusia dua puluh bulan.

Begitu sampai kami langsung menuju toko sepatu yang kebetulan tidak jauh dari tangga berjalan (escalator).

Ketika tiba di dekat tangga tersebut anak laki-laki saya yang berusia dua puluh bulan berhenti dan tidak mau ke dalam toko.

Ketika saya panggil, dia merenggek sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya secara bergantian.

Saya paham maksudnya, ia mau naik tangga tersebut. Dia berdiri sekitar tiga meter dari tangga tersebut, saya mengawasinya dari dekat toko sepatu, setiap kali saya panggil dia langsung menghentak-hentakkan kakinya.

Saya mencoba mendekati, mengendong dan membawanya ke toko sepatu, sambil melihat ibu dan kakaknya memilih sepatu, tetapi ia minta diturunkan dan kembali berdiri ditempat yang tadi, sambil merengek dan menghentakkan kedua kakinya secara bergantian, matanya menatap ke arah saya.

Apa yang saya alami tadi malam kemungkinan besar juga dialami oleh para orang tua yang lain. Orang tua pasti bisa mengenali bagaimana cara anak-anaknya berusaha menarik perhatian, setiap anak pasti berbeda.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved