Caper atau Kebencian

Kedua orang ini mencari perhatian dengan mendatangi kantor polisi, melaporkan pihak lain yang tidak sepemahaman dengan mereka, atau sebenarnya...

Istimewa Tribun Kaltim
Adi Supriadi, Dosen Politeknik Pertanian Negeri Samarinda 

Karena Caper atau Benci?

Di negara kita, belakangan ini fenomena tersebut cukup marak.

Yang terbaru adalah yang dilakukan oleh Sandy Tumiwa yang mewakili Satya Kita Pancasila dan Novel Bamukmin yang mewakili PA 212.

Kedua orang ini mencari perhatian dengan mendatangi kantor polisi, melaporkan pihak lain yang tidak sepemahaman dengan mereka, atau sebenarnya mereka belum mengenalnya saja.

Kemungkinan laporan itu tidak akan terjadi jika Sandy cukup mengenal Ustadz Khalid Basalamah.

Demikian pula dengan Novel Bamukmin bila mengenal baik dengan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Sandy Tumiwa melaporkan Ustadz Khalid Basalamah terkait jawaban soal wayang yang disampaikan dua tahun yang lalu.

Ya, dua tahun yang lalu.

Apa yang disampaikan Ustadz Khalid sebenarnya juga pernah disampaikan oleh ustadz-ustadz yang lain, sejak beberapa puluh tahun yang lalu, bahkan sejak jaman Walisongo.

Untuk apa dia membuat laporan itu, selain untuk menarik perhatian dan bikin gaduh.

Bisa dipastikan laporan tersebut akan menjadi prioritas terakhir untuk ditangani kepolisian.

Di lain kasus, Novel Bamukmin melaporkan Menteri Agama Yaqut karena dianggap menyamakan suara adzan dengan gonggongan anjing.

Novel meminta presiden untuk memecat Gus Yaqut.

"Jika tidak Presiden tidak memecatnya berarti ada konspirasi," begitu kata Novel dalam banyak video yang beredar di medsos.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved