Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Kubar Terkini

Minyak Goreng Langka di Kubar, Kalaupun Ada Harganya Mencekik hingga Rp 40 Ribu/Liter

Stok minyak goreng di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kini menjadi semakin langka, hampir seluruh toko sembako tidak lagi tersedia minyak goreng

Tayang:
Penulis: Zainul |
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI
Warga berbondong-bondong antre di depan salah satu toko sembako di Kutai Barat demi mendapatkan minyak goreng meski harganya Rp 40.000 per liter. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Stok minyak goreng di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) kini menjadi semakin langka, hampir seluruh toko sembako tidak lagi tersedia minyak goreng.

Banyak warga mengaku kesulitan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng. Kalaupun ada, warga atau pembeli harus rela berdesak-desakan mengantre minyak goreng di toko ritel modern.

Sebab di Kubar saat ini hanya toko ritel modern saja yang menyediakan stok minyak goreng dengan harga normal, itupun jumlahnya juga sangat terbatas dan hanya hitungan jam saja sudah ludes diserbu pembeli sejak pagi

"Makin susah sudah sekarang cari minyak goreng, adanya di Indomaret tapi itupun pagi-pagi baru buka sudah habis diserbu orang yang sudah antre di depan toko," kata Kasmawati, penjual gorengan di Kubar.

Lantaran langkanya stok minyak goreng itu, Kasmawati mengaku saat ini dirinya terpaksa hanya bisa menjual nasi kuning saja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca juga: Jelang Ramadhan 2022, Harga Sembako di Kutai Barat Naik, Stok Minyak Goreng Kosong

Baca juga: 450 Liter Minyak Goreng dalam Operasi Pasar di PPU Ludes Diserbu Ibu-Ibu

"Saya nggak jualan gorengan lagi sekarang hanya jualan nasi kuning saja, kalau jualan gorengan berapa untungnya kalau harga minyak goreng sampai Rp 40.000 per liter," ucapnya mengeluh. 

"Langka memang minyak goreng di Kubar, kalaupun ada harus rela antre, sebagai masyarakat awam saya hanya merasa heran jutaan hektare hutan dan lahan digarap jadi lahan sawit, tapi tetesan minyak goreng dari sawit langka," ujar warga lainnya.

Sementara itu, para pelaku usaha toko sembako di Kutai Barat mengaku terpaksa menjual minyak goreng seharga Rp 40.000 per liter lantaran harga yang dipasok dari luar Kubar juga naik.

"Ya, mau nggak mau kita jual segitu (Rp 40.000) per liter karena harga yang kita ambil dari Samarinda juga naik sampai Rp 35 ribu per liter. Kalau kita ikuti harga yang ada ya jelas rugi dong, " kata Yanti, pedagang sembako.

Baca juga: Pemkot Samarinda Siap Salurkan Stok Minyak Goreng Curah 250.000 Liter kepada Warga

Terpisah Kepala Bidang Perdagangan Disdagkop UKM Kubar, Amrosius Ndopo mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pengecekan harga minyak goreng di lapangan. 

"Ya, itu nanti dalam waktu dekat kita lakukan pemantauan untuk memastikan lagi kondisi riil di lapangan seperti apa sambil kita koordinasi dengan Pemerintah Provinsi," ucapnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved