Kemah Jokowi di IKN

Gunakan Anjat, Isran Noor Jadi Gubernur Terakhir yang Tuangkan Tanah dan Air di Kendi Nusantara

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menjadi kepala daerah terakhir yang menuangkan tanah dan air ke dalam kendi bernama Nusantara didampingi Presiden

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor bersama Presiden Joko Widodo saat prosesi penyatuan tanah dan air. HO/TRIBUNKALTIM.CO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menjadi kepala daerah terakhir yang menuangkan tanah dan air ke dalam kendi bernama Nusantara didampingi Presiden Joko Widodo dan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo.

Diketahui, tanah dan air dari Bumi Mulawarman ini diambil dari Desa Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim serta Kabupaten Paser yang jadi simbol tanah dan air dari Kesultanan dan suku di Kaltim untuk mendukung pemindahan IKN Nusantara ke Kaltim.

Tanah dan air dari dua kesultanan ini tampak dibawa Isran Noor menggunakan anjat atau sebuah tas ransel berbentuk bundar, terbuat dari rotan.

Tanah dan air terlihat terbungkus kain kuning, yang mana ciri khas kesultanan di Bumi Mulawarman.

"Kalau Anjat (yang dibawa Gubernur Kaltim) itu kerajinan anyaman Suku Dayak di Kaltim," ungkap Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Provinsi Kaltim yang juga Juru Bicara Gubernur Kaltim, HM Syafranuddin, Senin (14/3/2022).

Baca juga: Hari Ini 12 Gubernur Mulai Tinggalkan Kaltim Usai Diundang Jokowi ke IKN Nusantara

Baca juga: Isi Tenda Kemah Jokowi Bersama Iriana di IKN Nusantara, Tanpa AC, Ada Mie Instan

Bentuk anjat menyerupai tabung dengan tinggi sekitar 70 sentimeter bergaris tengah lingkaran atas maupun bawah sekitar 50 centimeter.

Anjat digunakan untuk membawa benda-benda atau hasil bumi di Kaltim.

"Bahkan, penggunaan anjat dalam prosesi penyatuan tanah dan air di IKN lambang dukungan warga Dayak Kaltim yang disatukan dengan semangat pemerintah provinsi, kabupaten dan kota serta kesultanan di Kaltim," beber pria yang akrab disapa Ivan ini.

Penyatuan tanah dan air dari Provinsi Kaltim bersama kepunyaan 33 daerah sebelumnya di titik nol IKN, menurut Ivan, menggambarkan seluruh tanah dan air se-Indonesia menyatu di Kaltim sebagai Ibu Kota Nusantara.

Baca juga: Gubernur Nova Irianyah Ambil Air Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk IKN Nusantara

Apresiasi dan dukungan juga turut disampaikan Ivan kepada Presiden Joko Widodo atas penetapan IKN Nusantara di Provinsi Kaltim.

"Kami warga Kaltim siap mendukung dan menyukseskannya," ucap Ivan. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved