Kemah Jokowi di IKN

Sultan Kutai Pimpin Prosesi Tepung Tawar Sambut Kedatangan Jokowi dan Istri, Makna dan Filosofinya

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) akhirnya telah menyelesaikan kegiatan penyatuan air dan tanah di titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusa

Penulis: Aris Joni | Editor: Rahmad Taufiq
HO/SEKRETARIAT KEPRESIDENAN
Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Sultan Adji Muhammad Arifin saat melakukan prosesi tepung tawar kepada Presiden Jokowi dan Istri. HO/SEKRETARIAT KEPRESIDENAN 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) akhirnya telah menyelesaikan kegiatan penyatuan air dan tanah di titik Nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Di mana, 34 Gubernur di Indonesia telah menyerahkan air dan tanah yang mereka bawa dari daerahnya masing-masing.

Air dan tanah tersebut masukan dan disatukan Jokowi ke dalam sebuah kendi besar yang bernama Kendi Nusantara dan kegiatan itupun berjalan dengan khidmat, pada Senin (14/3/2022) sekitar pukul 10.00 WITA.

Sebelum pelaksanaan itu berlangsung, saat Jokowi tiba di lokasi, orang nomor satu di Indonesia itu disambut dengan prosesi ritual tepung tawar yang dilakukan langsung Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Adji Muhammad Arifin.

Di mana Sultan Adji Muhammad Arifin melaksanakan beberapa prosesi penyambutan kepada Jokowi dan istri, yakni melakukan prosesi ada tepung tawar, ketikai lepas dan beras kuning.

Baca juga: Menteri KLHK Ungkap Presiden Joko Widodo Juga Ingin Rehabilitasi Pohon Sekitar di IKN

Baca juga: Aksi Menteri PUPR Basuki Bak Fotografer Saat Ritual Penyerahan Tanah dan Air di IKN Nusantara

Ritual tersebut merupakan ritual yang wajib dilakukan saat tamu dari luar daerah tiba di tanah Borneo, khususnya di Kaltim sebagai upacara ritual penyambutan tamu.

Dan beruntung, pada kegiatan tersebut, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Sultan Adji Muhammad Arifin berkesempatan dan telibat langsung dalam melakukan ritual tepung tawar itu kepada Presiden Jokowi.

Kemudian, apa makna dan filosofis dari ritual tepung tawar yang dilakukan tersebut?

Pemerhati Budaya Kutai di Kaltim, Awang Rifani menjelaskan, sebelumnya dirinya merasa bangga sebagai masyarakat Kutai, di mana Kesultanan Kutai Kartanegara dilibatkan langsung dalam rangkaian kegiatan nasional tersebut.

"Kita berbangga dan berbahagia, karena Sultan kita sebagai tokoh adat dan masyarakat dilibatkan dalam proses ini," ujarnya.

Makna prosesi tepung tawar menurut yang ia pahami, merupakan prosesi ritual penyambutan selamat datang kepada tamu, sehingga harapannya orang yang diberi tepung tawar mendapat perlindungan selama berada di Tanah Kutai.

Baca juga: Penyatuan Tanah dan Air dari Para Gubernur di IKN Nusantara, Presiden Jokowi: Ini Cita-cita Besar

"Jadi harapannya itu, orang yang ditepungtawarkan diberikan kesehatan dan keselamatan selama berada di kampung kita ini," ujarnya.

Tak hanya untuk menyambut tamu saja, ia mengemukakan, tepung tawar juga biasanya digunakan untuk kegiatan-kegiatan lainnya, seperti ketika ada pelantikan-pelantikan.

"Ya harapan dari tepung tawar itu diberikan keselamatan dan kesehatan lah," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved