Berita Nasional Terkini

Mantan Walikota Balikpapan Rizal Diperiksa, Jubir KPK Masih Enggan Ungkap Tersangka Baru Kasus DAK

Mantan Walikota Balikpapan H. M. Rizal telah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Walikota Balikpapan Rizal Effendi bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (23/8/2018) lalu. Mantan Walikota Balikpapan, Rizal Effendi diperiksa KPK terkait DAK Tahun 2018. Selain Rizal Effendi, sejumlah pejabat & swasta yang ikut diperiksa 

TRIBUNKALTIM.CO- Mantan Walikota Balikpapan H. M. Rizal telah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) dan dana insentif daerah (DID) tahun 2017-2018.

Pemeriksaan dilakukan pada pada Jumat (18/3/2022) di Kantor BPKP Provinsi Kalimantan Timur.

Rizal tak diperiksa sendiri. Penyidik KPK turut memanggil lima saksi lainnya.

Mereka yakni, Sayid Muh. Fadli, mantan Sekda Kota Balikpapan; Madram Muchyar, mantan Kepala BPKAD Kota Balikpapan; Tara Allorante, pensiunan ASN Kota Balikpapan/Kadis PU Kota Balikpapan 2012-Juni 2018; serta dua unsur swasta, Pahala Simamora dan Mohammad Suaidi.

Kepada Rizal dan juga saksi lainnya, tim penyidik menyelisik terkait dengan pengurusan usulan dana DAK dan DID Kota Balikpapan.

Baca juga: Mantan Walikota Balikpapan Rizal Effendi Diperiksa KPK, Eks Pejabat dan Swasta yang Ikut Diperiksa

Baca juga: Hari Ini, Mantan Walikota Balikpapan Rizal Effendi Diperiksa KPK Terkait Kasus DAK 2018

Baca juga: Ini Daftar Nama 64 Orang yang Lulus Seleksi Jabatan Penting di KPK

"Yang diduga ada kesepakatan tertentu dengan pihak yang terkait dengan perkara ini agar usulan hingga pencairan kedua dana dimaksud segera diproses," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (21/3/2022).

Sebelumnya, KPK menyatakan tengah melakukan pengembangan kasus suap pengurusan DAK tahun 2018 yang telah menjerat mantan pejabat Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo.

Yaya Purnomo telah divonis 6,5 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 1 bulan dan 15 hari kurungan karena terbukti menerima suap dan gratifikasi dalam pengurusan DAK dan dana insentif daerah (DID) di beberapa kabupaten/kota.

 "Benar, KPK sedang melakukan pengembangan penyidikan atas dugaan korupsi pengurusan dana DAK 2018," kata Ali, Kamis (24/2/2022).

Dengan begitu, KPK telah menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.

Namun, dikatakan Ali, KPK belum bisa mengungkapkan pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk konstruksi perkaranya.

Baca juga: Ditanya Soal Bagi-bagi Kavling di IKN Usai Diperiksa KPK, AGM Hanya Angkat Dua Jempolnya

Ali mengatakan penyampaian konstruksi perkara dan tersangka dilakukan setelah penyidikan dirasa telah cukup.

"Saat ini pengumpulan bukti masih terus dilakukan. Setiap perkembangan akan di informasikan," katanya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Periksa Eks Wali Kota Balikpapan, KPK Selisik Pengurusan Usulan DAK dan DID Tahun 2017-208, https://www.tribunnews.com/nasional/2022/03/21/periksa-eks-wali-kota-balikpapan-kpk-selisik-pengurusan-usulan-dak-dan-did-tahun-2017-208

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved