Menggoreng Isu Minyak Goreng

Ketahanan pangan tentu saja merupakan isu sensitif yang rawan ditunggangi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab

Editor: ade mayasanto
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Peneliti terorisme dan intelijen dari Universitas Indonesia (UI), Ridlwan Habib, menjadi pembicara pada diskusi terkait Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), di kantor redaksi Tribun, Jakarta Pusat, Senin (23/3/2015). 

Oleh: Ridlwan Habib

Pengamat Intelijen-Alumni S2 KSI Universitas Indonesia

SEBAGAI negara dengan tingkat konsumsi yang sangat tinggi, minyak goreng tentu merupakan barang produksi yang cukup penting bagi masyarakat Indonesia.

Tingginya tingkat kebutuhan dan penggunaan minyak goreng penduduk Indonesia, memaksa Pemerintah turun tangan ketika kelangkaan minyak goreng yang mulai terjadi sejak triwulan terakhir tahun 2021.

Jelang tutup tahun 2021, Pemerintah mematok kebijakan satu harga untuk minyak goreng, yakni Rp 14.000 per liter.

Sejalan dengan itu, Kemendag juga menerapkan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) dan Domestic Price Obligation (DPO).

Hanya saja, ketika harga minyak goreng di pasaran sudah turun, keberadaan barang tersebut justru secara misterius lenyap.

Minyak goreng seharga Rp 11.500 hingga Rp 14.000/liter di toko ritel, supermarket, pasar tradisional menjadi langka dan selalu cepat habis jika sewaktu-waktu ada pasokan datang.

Kelangkaan minyak goreng jelas menjadi pukulan telak ke Pemerintah, tidak hanya dari segi ekonomi namun juga langsung merembet ke sisi politik.

Isu tersebut dengan cepat ditangkap oleh para oposisi sebagai narasi serangan terhadap Pemerintah, yang dinilai tidak siap mengatur lalu lintas pasokan barang produksi, bahkan hingga tuduhan lemahnya Pemerintah dalam menghadapi kartel penimbun minyak goreng.

Baca juga: Tolak Pembentukan Pansus Hak Angket Minyak Goreng, PPP: Bikin Kegaduhan Politik Saja

Baca juga: Atasi Langkanya Minyak Goreng, Pemkab Kukar Distribusikan 16 Ribu Liter di Tenggarong

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved