Berita Kutim Terkini
FRK Nilai Penyelamatan dan Evakuasi Korban Banjir di Kutai Timur Lambat
Fraksi Rakyat Kutai Timur (FRK) mengkritisi penanganan bencana banjir oleh Pemerintah Kabupaten Kutim
Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA- Fraksi Rakyat Kutai Timur (FRK) mengkritisi penanganan bencana banjir oleh Pemerintah Kabupaten Kutim.
Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan memang sudah empat hari terakhir terendam banjir yang kedalamannya cukup tinggi.
FRK menyebut bahwa pemerintah gagap dalam melaksanakan operasi tanggap darurat bencana banjir Sangatta.
"Merespons banjir sejak tgl 18 hingga saat ini, FRK menilai bahwa Pemkab Kutim Gagap dalam melaksanakan Operasi Tanggap Darurat Bencana Banjir Sangatta," bunyi rilis yang dipublikasikan FRK.
Menurutnya, peralatan dan potensi SAR tidak mencukupi, penyelamatan dan evakuasi korban lambat, kebutuhan pokok korban tidak mencukupi, dan seterusnya.
Baca juga: Polresta Balikpapan Beri Bantua 1 Ton Beras dan 300 Dus Mie Instan Untuk Korban Banjir di Kutim
Baca juga: Masjid Agung di Kutim Jadi Penampungan Korban Banjir, Ada 1.200 Orang Mengungsi
Baca juga: Banjir di Sangatta Kutim Berpindah Lokasi, Giliran Kawasan AW Syahrani yang Terendam
Kemudian pemerintah dinilai gagal dalam mitigasi bencana dan memastikan daya dukung ekosistem di Kabupaten Kutai Timur.
Bencana banjir yang terjadi selama lebih dari 3 hari ini merupakan bencana banjir terbesar yang terjadi selama 10 tahun terakhir.
Pihak FRK juga meminta pemerintah menastikan operasi tanggap darurat bencana dilakukan secara maksimal.
"Mendesak segera dilakukan koordinasi antarlembaga dan memastikan operasi Tanggap Darurat Bencana, dilakukan dengan memaksimalkan peralatan dan potensi SAR, evakuasi penyelamatan korban, dan pemenuhan kebutuhan pokok korban," bunyi rilis tersebut.
Selanjutnya FRK meminta agar pemerintah segera dilakukan mitigasi bencana, pemulihan ekonomi, dan mengungkapkan dugaan adanya pelanggaran lingkungan.
Baca juga: AWAS Buaya dan Ular di Lokasi Banjir Sangatta Kutim, Warga Diimbau Tetap Berhati-hati
Untuk solusi jangka panjang, pihaknya mendorong Pemkab Kutim untuk menerapkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) RPJMD dan RTRW. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/evakuasi-korban-bencana-banjir-yang-melanda-kecamatan-sangatta-utara.jpg)