Ibu Kota Negara

Ibu Kota Negara Pindah ke Kaltim, Jakarta Berpeluang jadi Pusat Ekonomi Bisnis Nasional dan Global

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan, masa depan Jakarta pascapemindahan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.

Editor: Budi Susilo
HO/SEKRETARIAT PRESIDEN RI
ILUSTRASI Prosesi penyatuan tanah dan air dari seluruh daerah Indonesia di titik nol IKN Nusantara, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur pada 14 Maret 2022. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menyatakan, masa depan Jakarta pascapemindahan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk menjadi kota yang lebih maju lagi.

Masa depan Jakarta pasca pemindahan Ibu Kota harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk menjadi kota yang lebih maju lagi.

"Terutama sebagai kota pusat bisnis dan ekonomi," ujarnya via webinar bertajuk 'Jakarta Pasca UU IKN', Rabu (23/2/2022).

Menurutnya, sebagai pusat bisnis maka kota Jakarta akan selalu menjadi daerah yang akan selalu didatangi orang-orang dari seluruh tanah air.

Baca juga: Ekonomi Karbon dan Proses Low Carbon dalam IKN Nusantara di Kalimantan Timur

Baca juga: IKN Nusantara di Kaltim, Jokowi Sebut Alam Indonesia jadi Modal Kembangkan Energi Hijau 

Baca juga: Emak-emak Kebayoran Siap Diajak ke IKN Nusantara: Hidup di Jakarta Semakin Susah

"Bahkan wisatawan dunia dengan mendapatkan penghidupan lebih baik apalagi telah terbukti kontribusi Jakarta terhadap PDB nasional sangat signifikan yaiu sebesar 17,19 persen pada tahun 2022," ucap Ariza.

Politikus partai Gerindra ini juga mengatakan bahwa dengan segala keunggulannya terutama di sektor ekonomi.

Tentu saja pemindahan Ibu Kota Negara sebenarnya dapat dibaca sebagai peluang besar bagi Jakarta untuk memegang peran penting.

Terutama sebagai pusat ekonomi dan bisnis baik skala nasional dan global. 

Saingan Jakarta Nantinya Negara Maju

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria yang akrab disapa Ariza mengatakan bahwa setelah Jakarta tidak lagi berstatus Ibu Kota, maka saingan Jakarta sebagai kota megapolitan bukan lagi kota atau daerah di Indonesia.

Tetapi saingan Jakarta adalah kota-kota besar di negara lain atau di negara maju.

"Jadi, visi Jakarta ke depan pasca tak lagi jadi Ibu Kota negara adalah tidak hanya menjadikan Jakarta sebagai kota di Indonesia. Namun juga bisa berada di dalam orbit kota metropolitan dunia. Saingan kota Jakarta bukan lagi kota-kota lain di Indonesia, saingan kota Jakarta ke depan adalah Singapura, Kuala Lumpur, Washington, Sydney dan lain-lain," ucap Ariza melalui webinar bertajuk 'Jakarta Pasca UU IKN', Rabu (23/2/2022).

Baca juga: Gubernur Papua Barat Nilai Positif IKN Nusantara: Kita Bisa Terbang 2 Jam Sampai Ibu Kota Negara

Orang nomor dua di Ibu Kota ini juga mengatakan bahwa Jakarta memiliki berbagai keunggulan dalam segi aspek, seperti dari sisi infrastrukturnya, sumber daya manusia dan lain-lain.

Ia meyakini bahwa Jakarta akan tetap eksis sebagai kota termaju di Indonesia.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved