News Video

NEWS VIDEO Sosok Yuri Kovalchuk, Penguasa Media, Teman Dekat Presiden Putin

Yuri Kovalchuk, merupakan salah satu orang di lingkaran dalam Presiden Rusia Vladimir Putin yang berperan dalam mengelola disinformasi.

Editor: Sandrio

Kedekatan Kovalchuk dan Presiden Rusia berlangsung sejak lama, terbukti dari usaha mereka mendirikan koperasi untuk menyatukan properti.

Bahkan pria 70 tahun itu menjadi tuan rumah pernikahan putri Putin pada 2013.

Menurut jurnalis Rusia Mikhail Zygar, dalam dua tahun terakhir ini Kovalchuk "menetapkan dirinya sebagai orang kedua de facto di Rusia, yang paling berpengaruh di antara orang-orang presiden".

"Ketika orang mengatakan televisi pemerintah Rusia, yang mereka maksud adalah televisi Kovalchuk," kata Anders Åslund, pakar oligarki Rusia.

"Putin tidak cukup mempercayai negara. Dia ingin orang terdekatnya mengendalikan televisi."

Kovalchuk, yang diperkirakan Forbes memiliki kekayaan $1,3 miliar, membentuk National Media Group pada 2008 dalam kemitraan dengan oligarki lain, Alexei Mordashov.

Alina Kabaeva, yang secara luas dianggap sebagai pacar Putin, didapuk menjadi ketua perusahaan.

Selain Channel One, National Media Group juga mengontrol saluran televisi populer Rusia 5TV, REN-TV (sebelumnya jaringan oposisi Putin) dan saluran hiburan CTC, serta saham di surat kabar, media digital, dan studio konten.

Menurut Ilya Yablokov, profesor jurnalisme di Inggris, National Media Group adalah salah satu dari dua pemain terbesar di pasar media Rusia bersama dengan VGTRK milik negara.

Sejak invasi ke Ukraina diluncurkan pada 24 Februari, liputan media di jaringan TV Rusia terus menggemakan pidato Putin.

Minggu ini, para pakar dan media mendorong teori konspirasi soal Ukraina yang disebut mengembangkan senjata biologis dengan bantuan AS.

"Orang-orang seperti Kovalchuk memahami prioritas dan tujuan Putin," katanya.

"Mereka bisa merasakannya, dan mencoba menyesuaikan kebijakan media dengan kebutuhan seperti itu," kata Tatiana Stanovaya, seorang sarjana nonresiden di Carnegie Moscow Center dan pendiri situs berita R.Politik.

Ia menyebut, Kovalchuk memang dikenal berpandangan anti-liberal, anti-Barat, dan pemikiran kospirasi.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved