Berita Internasional Terkini

Presiden Rusia Vladimir Putin Dikabarkan akan Hadiri G20 di Bali, Indonesia Jadi Sorotan Media Asing

Kabar mengejutkan datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang dikabarkan akan hadiri G20 di Bali, Indonesia bulan Oktober mendatang.

Editor: Ikbal Nurkarim
YouTube Newzee
Presiden Rusia Vladimir Putin saat berpidato di depan masyarakat Rusia dalam perayaan peringatan aneksasi semenanjung Krimea, Jumat (18/3/2022). Kabar mengejutkan datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang dikabarkan akan hadiri G20 di Bali, Indonesia bulan Oktober mendatang. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kabar mengejutkan datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang dikabarkan akan hadiri G20 di Bali.

Rencana orang nomor satu di Rusia itupun jadi sorotan media asing.

Diketahui Indonesia sendiri menjadi tuang rumah KTT G20 yang berlokasi di Bali.

Rencana Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri KTT G20 di Bali, Indonesia, Oktober tahun ini menjadi sorotan media asing.

Reuters, The Sydney Morning Herald, Channel News Asia, Fox News, BBC, dan sejumlah media asing lainnya menurunkan berita yang judulnya hampir sama 'Presiden Rusia Vladimir Putin akan Menghadiri Pertemuan G20 di Bali'.

Baca juga: Dampak Perang Rusia vs Ukraina, Ekonomi Zimbabwe Melemah, Kekurangan Bahan Bakar dan Makanan

Baca juga: NEWS VIDEO Dubes Rusia: Presiden Putin Berencana Hadiri KTT G20 Di Indonesia

Baca juga: NEWS VIDEO Nuklir Bisa Jadi Opsi Senjata Rusia Gempur Ukraina, Pertahanan AS Langsung Tak Terima

Hal tersebut mengutip pernyataan Duta Besar (Dubes) Rusia di Jakarta, Lyudmila Vorobyova, pada Rabu (23/3/2022).

Seperti diketahui, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) di Bali, Indonesia, akhir tahun 2022 mendatang.

Acara ini yang akan dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dikutip dari Tribunnews.com dengan judul artikel Heboh Rencana Vladimir Putin Hadiri G20 di Bali, Disorot Banyak Media Asing, China Beri Dukungan, rencana kehadiran Putin menjadi pusat perhatian.

Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir sejak terjadi perang Ukraina dengan Rusia, muncul seruan dari beberapa negara anggota G20 yang menginginkan agar Rusia dikeluarkan dari kelompok tersebut.

Menanggapi seruan itu, Lyudmila Vorobyova berpendapat bahwa reaksi negara barat terhadap Rusia tidak proporsional.

"Tidak hanya G20, banyak organisasi berusaha untuk mengeluarkan Rusia. Reaksi Barat benar-benar tidak proporsional," katanya dalam konferensi pers pada Rabu (23/3/2022) seperti dilansir dari Reuters.

Keinginan Amerika dan sekutu barat untuk mengeluarkan keanggotaan Rusia dalam kelompok G20 tampaknya tidak akan mudah.

Baca juga: Presiden Rusia Vladimir Putin Konfirmasi Bakal Datang ke KTT G20 Indonesia

Sejumlah negara yang tergabung dalam G20 seperti China, India, dan Arab Saudi, kemungkinan akan menggunakan veto untuk membatalkan usul barat tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved