Mahulu

Produksi Pertanian Mahulu Meningkat, Kini Capai 2,27 Ton GKG per Hektare 

Melalui beberapa program yang dilakukan Pemkab Mahakam Ulu, yang salah satunya program usaha tani menetap, produksi pertanian menjadi lebih meningkat

Dok Prokopim
Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, ikut memanen padi saat menghadiri panen raya padi usaha tani menetap pada lahan kering di Kampung Mamahak Besar, Kecamatan Long Bagun, Mahulu. Dok Prokopim 

UJOH BILANG - Melalui beberapa program yang dilakukan Pemkab Mahakam Ulu, yang salah satunya program usaha tani menetap, produksi pertanian menjadi lebih meningkat. 

Untuk komoditas padi misalnya. Disampaikan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Mahulu, Bill Deng pada panen kali ini, produksi padi pada lahan kering atau ladang mencapai 2,27 ton gabah kering giling (GKG) per hektare.

Terjadi peningkatan sekitar 0,7 ton atau 700 kilogram per hektare, dari hasil panen tahun lalu sebesar 1,5 ton per hektare (2021). 

Kenaikan capaian produksi ini, kata Bill Deng saat menyampaikan laporan pada acara panen raya padi ladang kemarin,  dikarenakan keberhasilan beberapa program Pemkab Mahulu. Seperti melalui bantuan pupuk, intensifikasi lahan, serta pembinaan petani yang dilakukan.

"Meski pun kita akui, semua program kita belum maksimal. Dan masih perlu kita evaluasi dan terus ditingkatkan," ujarnya.

Baca juga: Panen Raya Padi di Ladang Menetap, Bupati Optimis Produksi Pertanian di Mahulu Terus Meningkat 

Baca juga: Tingkatkan Layanan Listrik Masyarakat, Pemkab Mahulu Serahterimakan STO dan Trafo ke PLN 

Baca juga: Rencana Pembangunan Bandara Ujoh Bilang di Mahulu, Sudah Memiliki Izin Ruang Udara

Ditambahkan, tidak hanya oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertaian, program ini berjalan berkar sinergitas dan dukunga  semua pihak. Utamanya masyarakat petani dan para stakeholder terkait. 

"Terkait dengan acara panen rata ini. Kita berharap akan memotifasi petani , serta menjadi media komunikasi antara pemerintah daerah dengan petani. Juga media transformasi teknologi dalam upaya mendorong peningkatan produksi pertanian," imbuhnya. 

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) bertekad mendorong kemandirian pangan. Salah satu upaya ditempuh dengan mendorong pembangunan pertanian lahan kering menetap, modern, dan organik sesuai kearifan lokal. 

Langkah awal ditindaklanjuti dengan pembukaan 500 hektare lahan baru yang tersebar di 50 kampung. Atau 10 hektare di tiap kampung. 

Program tersebut merupakan realisasi janji politik bupati dan wakil bupati Mahulu periode 2021—2024, Bonifasius Belawan Geh dan Yohanes Avun. 

Baca juga: Kadishub Sebut Proses Perizinan Pembangunan Bandara Mahulu Selesai Oktober Ini

Selain meningkatkan perekonomian di tingkat kampung, program ini diyakini tetap mempertahankan kearifan lokal masyarakat yang terbiasa bercocok tanam dengan sistem pertanian lahan kering. 

Meski memegang teguh kearifan lokal, Bupati meyakinkan sistem yang akan dibangun akan mendapat sentuhan teknologi modern. Di antaranya sistem pengolahan tanah, pemupukan, pestisida organik, pemuliaan tanaman, sampai pengemasan.

Selain bertujuan meningkatkan produktivitas dan mutu, juga bermaksud mendorong perekonomian petani di kampung. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved