News Video

NEWS VIDEO Rusia Desak Barat Segera Bayar Tagihan Gas dalam Mata Uang Rubel

Tak gentar dengan sanksi yang dijatuhkan, Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak agar negara Barat membayar tagihan gas Rusia dalam mata uang Rubel

Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Tak gentar dengan sanksi yang dijatuhkan, Presiden Rusia Vladimir Putin mendesak agar negara-negara Barat membayar tagihan gas Rusia dalam mata uang Rubel.

Putin juga mengingatkan jatuh tempo pembayaran tinggal menghitung hari.

Dikutip dari VOAIndonesia.com pada Minggu (27/3/2022), langkah tersebut sebagai respons keras.

Hal itu terkaitan serangkaian sanksi yang dijatuhkan Barat kepada Rusia.

Diketahui, penagihan atas ekspor gas alam ke Eropa ini bernilai miliaran dolar.

Namun, Putin menyebut pembayaran tagihan harus menggunakan Rubel yang merupakan mata uang Rusia.

Putin menjelaskan, Barat telah mendeklarasikan perang ekonomi dengan membekukan aset Rusia.

Untuk itu, Moskwa menilai tidak ada gunanya menerima pembayaran gas alam Rusia dalam mata uang dolar atau euro.

Pada Jumat (25/3/2022), orang nomor satu di Rusia itu telah memerintahkan Gazprom untuk menerima pembayaran ekspor hanay dalam Rubel.

Gazprom merupakan produsen gas terbesar di dunia yang memasok 40 persen kebutuhan gas Eropa.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved