News Video

NEWS VIDEO Geger Anggaran Rp 48 Miliar Buat Ganti Gorden Rumah Anggota DPR RI

Baru-baru ini viral DPR RI menganggarkan Rp 48,7 miliar untuk membeli gorden.

Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Baru-baru ini viral DPR RI menganggarkan Rp 48,7 miliar untuk membeli gorden.

Untuk diketahui, penganggaran penggantian gorden tercantum dalam situs LPSE DPR RI.

Tender diberi nama 'Penggantian Gordyn dan Blind DPR RI Kalibata' dengan kode tender 732087.

Sementara itu, untuk pelapisan aspal hotmix area kompleks DPR RI, DPR RI menganggarkan Rp 11 miliar.

Dikutip dari situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) DPR, lpse.dpr.go.id, terdapat lelang dengan nama "Penggantian Grodyn dan Blind DPR RI Kalibata" dengan pagu paket sebesar Rp 48.745.624.000 dan nilai HPS paket sebesar Rp 45.767.446.332,84.

Dilansir dari Kompas.com, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad menyebutkan, gorden di rumah jabatan anggota DPR di Kalibata, Jakarta Selatan, belum diganti sejak tahun 2015 lalu.

Hal ini disampaikan Dasco merespons adanya pengadaan penggantian gorden dengan anggaran senilai Rp 48.745.624.000.

"Gorden itu dari 2015 sampai dengan sekarang, rumah dinas itu belum pernah diganti. Jadi gorden itu ada yang masih ada, ada yang tidak ada," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (28/3/2022).

Dasco menuturkan, pengadaan gorden baru dilakukan tahun ini karena anggarannya tidak mencukupi pada tahun-tahun sebelumnya.

Politikus Partai Gerindra itu pun mengklaim, kondisi gorden di rumah jabatan tersebut sudah lama dikeluhkan oleh para anggota dewan.

"Diputuskan pada tahun ini diganti dengan lelang yang terbuka, itu pun atas usulan Sekretariat Jenderal DPR yang menerima keluhan anggota, bukan cuma periode ini, tapi juga periode yang lalu," kata Dasco.

Kendati demikian, Dasco mengaku tidak tahu menahu mengenai spesifikasi gorden yang akan dibeli.

Harga gorden ini menjadi sorotan karena setiap anggota dewan diperkirakan akan mendapat gorden senilai Rp 84,7 juta, hasil pembagian anggaran Rp 48,7 miliar dibagi dengan jumlah anggota DPR sebanyak 575 orang.

"Masalah spek dan lain-lain kita enggak ikut campur ya, karena itu Rp 80 juta itu sudah termasuk pajak dan lain-lain," ujar Dasco. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved