Berita Nasional Terkini

Selain Pelontar Granat, KKB Egianus Kogoya Penyerang Pos Marinir Punya Senjata Canggih Buatan Belgia

Selain pelontar granat, KKB pimpinan Egianus Kogoya penyerang Pos Marinir ternyata punya senjata berat lainnya yang dikatahui buatan Belgia.

Editor: Ikbal Nurkarim
Kodam XVII/Cenderawasih
EVAKUASI - Anggota TNI yang menjadi korban penyerangan KKB atau KST di Kabupaten Nduga Provinsi Papua dievakuasi ke RSUD Mimika untuk mendapatkan pertolongan medis. Selain pelontar granat, KKB pimpinan Egianus Kogoya penyerang Pos Marinir ternyata punya senjata berat lainnya yang dikatahui buatan Belgia. 

TRIBUNKALTIM.CO - Selain pelontar granat, KKB pimpinan Egianus Kogoya penyerang Pos Marinir ternyata punya senjata berat lainnya yang dikatahui buatan Belgia.

Kelompok Kriminal Bersenajata (KKB) Papua tak ada hentinya menebar teros.

Terbaru KKB menyerang Pos Marinir yang menyebabkan dua prajurit gugur dan 8 lain menjalani perawatan karena terluka.

Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua di wilayah Nduga Papua, Egianus Kogoya terkenal kejam.

Bahkan pada 2018 silam, mereka melakukan pembantaian pekerja PT Istaka Karya.

Kini, Egianus diduga kuat jadi aktor penyerangan Pos Marinir di Kenyam, Nduga, Papua.

Baca juga: AKHIRNYA TERKUAK Asal Pelontar Granat Dipakai KKB Serang Pos Marinir di Nduga, 2 Prajurit Gugur

Baca juga: TERUNGKAP Asal Muasal Granat yang Dipakai KKB Papua Serang Pos Marinir, Teroris Tewaskan Dua TNI

Baca juga: Penyebab KKB Papua Sulit Diberantas: Menang Secara Taktikal, Menguasai Medan & Paham Perang Gerilya

Dir Reskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani menyebutkan, Egianus dilengkapi dengan persenjataan canggih dalam aksi penyerangan tersebut.

Akibatnya, dua marinir gugur, satu kritis, dan tujuh lainnya terluka.

“Setidaknya ada tiga senjata berat yang dikuasai kelompok Egianus Kogoya.

Mereka punya dua pucuk pelontar granat atau Grenade Launcher Module (GLM) dan satu pucuk Minimi,” ungkap Faizal dilansir dari Tribunnews.com dari Kompas.com, Senin (28/3/2022) malam.

Faizal menjelaskan, dua pucuk GLM yang dikuasai Egianus berasal dari rampasan pada 2019 dan 2020, sedangkan Minimi merupakan senjata otomatis peluru hambur buatan Belgia.

Senjata ini mampu menembakan seribu peluru hanya dalam waktu satu menit.

Senjata tersebut pernah terlihat digunakan Egianus Kogoya ketika mengadang rombongan TNI di Danau Habema pada 23 Agustus 2018.

Akibatnya dua anggota TNI gugur.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved