Berita Internasional Terkini

TERKUAK ALASAN Republik Ceko, Belgia hingga Irlandia Usir Utusan Rusia, Buntut Invasi ke Ukraina?

Terkuak alasan, Republik Ceko, Belgia hingga Irlandia usir utusan Rusia, buntut invasi ke Ukraina?

Editor: Ikbal Nurkarim
Sergei GUNEYEV / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia, Vladimir Putin. Takut Dimata-matai, Republik Ceko, Belgia hingga Irlandia usir utusan Rusia buntut invasi ke Ukraina. 

TRIBUNKALTIM.CO - Takut Dimata-matai, Republik Ceko, Belgia hingga Irlandia usir utusan Rusia buntut invasi ke Ukraina.

Empat negara Eropa secara bersamaan mengusir lusinan diplomat Rusia pada Selasa (29/3/2022).

Pengusiran tersebut terjadi setelah hubungan Rusia dan Barat merenggang karena invasi Ukraina.

Dilansir SCMP, Belanda mengatakan akan mengusir 17 diplomat Rusia yang digambarkan sebagai "perwira intelijen yang menyamar".

Belgia mengaku sudah mendepak 21 orang Rusia.

Baca juga: NEWS VIDEO Hasil Negosiasi di Istanbul Positif, Rusia Janji Hentikan Aktivitas Militer ke Kiev

Baca juga: Kremlin Bantah Roman Abramovich Diracun, Peran Bos Chelsea dalam Negosiasi Rusia-Ukraina di Turki

Baca juga: NEWS VIDEO Menhan Rusia Sergei Shoigu Muncul, Tujuan Operasi Militer Rusia ke Ukraina Tercapai

Sementara itu, Republik Ceko mengultimatum seorang diplomat Rusia agar meninggalkan negaranya dalam waktu 72 jam.

Hal yang sama dilakukan Irlandia, dengan meminta empat pejabat senior Rusia untuk hengkang dari negaranya.

Pemerintah Irlandia menilai, utusan Moskow tersebut melakukan kegiatan yang tidak "sesuai dengan standar perilaku diplomatik internasional".

"Bersama dengan sekutu kami, kami mengurangi kehadiran intelijen Rusia di UE," kata Kementerian Luar Negeri Ceko dikutip dari Tribunnews.com dengan judul artikel Negara Eropa Ramai-ramai Usir Utusan Rusia karena Takut Dimata-matai.

Sebelumnya, pekan lalu Polandia mengusir 45 orang Rusia yang diidentifikasi sebagai perwira intelijen yang menggunakan status diplomatik sebagai kedok untuk beroperasi di negara itu.

Belanda mengaku mengambil keputusan pengusiran setelah berkonsultasi dengan "sejumlah negara yang berpikiran sama".

Menurut gubernur Lviv, dua roket Rusia yang ditembakkan dalam serangan pertama telah melukai lima orang.
Menurut gubernur Lviv, dua roket Rusia yang ditembakkan dalam serangan pertama telah melukai lima orang. (aljazeera.com)

Baca juga: Strategi Vladimir Putin Disebut Bisa Hancurkan Eropa, Rusia Minta Pembelian Gas Dibayar Pakai Rubel

Pihaknya mengutip aksi serupa yang dilakukan Amerika Serikat, Polandia, Bulgaria, Slovakia, Estonia, Latvia, Lithuania dan Montenegro.

"Kabinet telah memutuskan untuk melakukan ini karena ancaman terhadap keamanan nasional yang ditimbulkan oleh kelompok ini," kata kementerian Belanda dalam sebuah pernyataan.

"Ancaman intelijen terhadap Belanda tetap tinggi. Sikap Rusia saat ini dalam arti luas membuat kehadiran para perwira intelijen ini tidak diinginkan. Deportasi adalah tindakan yang diambil dalam konteks keamanan nasional."

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved