Berita Nasional Terkini

Jenderal Andika Perkasa Cabut Larangan Keturunan PKI dan Tes Renang dari Syarat Seleksi Prajurit TNI

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mencabut larangan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) dari daftar persyaratan penerimaan prajurit TNI.

Achmad Nasrudin Yahya/Kompas.com
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mencabut larangan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) dari daftar persyaratan penerimaan prajurit TNI. 

TRIBUNKALTIM.CO - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mencabut larangan keturunan Partai Komunis Indonesia (PKI) dari daftar persyaratan penerimaan prajurit TNI.

Tak hanya menghapus larangan keturunan PKI, Andika Perkasa juga meniadakan tes renang dan akademik dalam proses seleksi prajurit TNI 2022.

TNI akan membuka seleksi penerimaan prajurit TNI periode 2022.

Proses seleksi ini pun akan menggunakan peraturan baru tersebut.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini menjelaskan terkait keputusan yang ia ambil.

Baca juga: Tetap Ditolak MK Walaupun Sempat Memohon, Jenderal Andika Perkasa Tanggalkan Jabatan Panglima TNI

Baca juga: Gugatan Usia Pensiun TNI Ditolak Mahkamah Konstitusi, Sampai Kapan Andika Perkasa Jadi Panglima TNI?

Kebijakan ini diambil Andika ketika dirinya memimpin rapat koordinasi penerimaan prajurit TNI tahun 2022 yang meliputi perwira prajurit karier, bintara prajurit karier, dan tamtama prajurit karier.

Adapun keputusan mencabut mekanisme tes renang dan tes akademik setelah Andika menerima paparan dari anak buahnya.

Dilansir dari Kompas.com, kebijakan ini berlaku dalam proses seleksi di tingkat daerah hingga pusat.

“Itu tidak usah lagi, kenapa renang? Jadi nomor tiga kenapa? Karena apa? Kita enggak fair juga ada orang yang enggak pernah renang, nanti enggak fair, sudahlah,” kata Andika, dikutip dari kanal YouTube Jenderal TNI Andika Perkasa, Kamis (31/3/2022).

Andika juga menjelaskan, mekanisme penerimaan prajurit juga tak perlu lagi menerapkan tes akademik.

Menurut dia, dalam bidang akademik, cukup mengambil dari nilai ijazah.

“Menurut saya, tes akademik ini sudah ambil saja IPK, terus transkripnya, karena bagi saya yang lebih penting yaitu tadi ijazahnya saja, ijazah SMA itulah akademik mereka,” jelas Andika.

“Enggak usah lagi ada tes akademik, tes akademik ya tadi, ijazahnya tadi. Kalau ada ujian nasional, udah itu lebih akurat lagi, itulah dia,” sambung dia.

Pada pengujung rapat, Andika memerintahkan untuk segera memperbaiki mekanisme penerimaan prajurit.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved