Berita Kutim Terkini

Penimbangan Tandan Buah Sawit di Teluk Pandan Kutim Ditutup, Warga Datangi Kantor Desa

Ratusan warga geruduk Kantor Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur keluhkan penutupan penimbangan Tandan Buah Sawit

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
HO/DESA TELUK PANDAN
Warga yang mendatangi kantor Desa Teluk Pandan sebagai bentuk protes penutupan penimbangan TBS di desanya. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Ratusan warga geruduk Kantor Desa Teluk Pandan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur keluhkan penutupan penimbangan Tandan Buah Sawit (TBS).

Lokasi penimbangan tersebut terletak di dua desa yakni Desa Teluk Pandan dan Desa Kandolo di Kecamatan Teluk Pandan.

Salah satu warga yang ikut menyuarakan protes, Bustamin mengatakan bahwa kedatangan warga tersebut guna mendesak agar tempat penimbangan kembali dibuka.

“Jika timbangan sawit ini sampai tutup, kemana warga akan menjual sawitnya. Sedangkan sebagian warga berpenghasilan sebagai petani sawit,” ujarnya pada TribunKaltim.co.

Baca juga: Kunjungan Kerja ke Teluk Pandan, Wabup Kutai Timur dan Istri Jenguk Dua Tokoh Masyarakat yang Sakit

Baca juga: KEK MBTK di Kutim Dapat Surat Izin Sementara, Satu Perusahaan Sawit Akan Beroperasi

Baca juga: Bupati Ardiansyah Sulaiman Cari Investor untuk Industri Hilirisasi Sawit di Kutai Timur

Terlebih, warga yang sebagian besar bekerja sebagai petani sawit di kedua desa tersebut kesulitan saat ingin menjual hasil kebunnya sebab membutuhkan timbangan.

Selain itu, warga juga mempertanyakan proses hukum terhadap tujuh orang pengusaha timbangan TBS yang ditahan oleh pihak berwajib.

Penahanan terhadap tujuh pengusaha ini atas dugaan belum memiliki tera atau uji kelayakan usaha timbangan sawit.

Akibatnya, berdampak pada penutupan tempat penimbangan dan meluas ke petani sawit yang yang tidak bisa menjual TBS di Desa Teluk Pandan.

Baca juga: Belum Mengantongi Izin Lingkungan, Stockpile Batu Bara di Teluk Pandan Disegel DLH Kutai Timur

Sementara itu Kepala Desa Teluk Pandan, Andi Herman, mengaku kaget dengan kedatangan ratusan warga.

Dirinya mengatakan, pihak desa sempat menjelaskan perihal proses dan permasalahan hukum yang menimpa tujuh orang pengusaha penimbang sawit tersebut.

“Mereka (pengusaha timbangan sawit) akan diberikan keringanan berupa tahanan rumah. Tadi Wakil Ketua DPRD Kutim Arfan juga hadir bersama warga saat proses tahap dua di kejaksaan,” ucap Andi Herman.

Kades Teluk Pandan juga menyampaikan bahwa warga meminta agar para pengusaha yang ditahan bisa mendapatkan keringanan dalam peroses hukum.

Baca juga: PT Palma Serasih Bakal Investasi ke KEK Maloy Kutim, Tahap Dua Bangun Kilang Pemurnian Minyak CPO

Kedatangan warga juga sebagai bentuk dukungan dan empati kepada para pengusaha.

“Saya hanya berpesan kepada warga untuk tetap tenang, hadapi permasalahan ini dengan hati tenang. Insya Allah hasilnya juga akan baik,” ujar Kades.

Warga menilai penahanan sedikit janggal, karena ada 17 lokasi penimbangan di Kecamatan Teluk Pandan, hanya tujuh lokasi yang diproses hukum.

Warga juga menduga hampir semua tempat penimbangan di Kabupaten Kutim belum melalui proses tera atau pengujian kelayakan.

“Saya hanya berharap semoga saat persidangan mereka mendapatkan putusan yang berpihak kepada kepentingan warga kedua desa,” ujarnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved