Berita Samarinda Terkini

Sahur on The Road di Samarinda, Polisi Melakukan Penindakan dengan Edukatif

Sudah sering terjadi dan selalu ditertibkan, namun faktanya keberadaan kaum muda mudi tetap menggelar beduk sahur atau Sahur on The Road

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli, ungkapkan sudah sering ditertibkan, namun faktanya keberadaan kaum muda mudi tetap menggelar beduk sahur atau Sahur on The Road. Kegiatan itu banyak yang ditemukan melanggar aturan yang berlaku, seperti berlalu-lintas. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sudah sering terjadi dan selalu ditertibkan, namun faktanya keberadaan kaum muda mudi tetap menggelar beduk sahur atau Sahur on The Road.

Kegiatan itu banyak yang ditemukan melanggar aturan yang berlaku, seperti berlalu-lintas.

Demikian dibeberkan oleh Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli kepada TribunKaltim.co pada Rabu (13/4/2022) di Samarinda, Kalimantan Timur.

Dia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengimbau dan melakukan pendekatan.

Baca juga: Sahur On the Road Salahi Aturan, Sat Lantas Polresta Samarinda Amankan Ratusan Muda Mudi

Baca juga: Sahur on The Road di Berau Dilarang, Penjual Nasi Kuning tak Hilang Akal dalam Berjualan

Baca juga: Ramadhan 2022, Anak Binaan di LPKA Samarinda Belajar Fiqih, Tilawatil Quran dan Zikir

Serta melakukan penegakan hukum terkait kegiatan masyarakat yang mengganggu ketertiban.

Seperti balapan liar, konvoi dengan mobil terbuka dan house music yang tidan menunjukan momen bulan suci Ramadhan.

47 Sepeda motor yang digunakan para remaja untuk balapan liar di Samarinda.
47 Sepeda motor yang digunakan para remaja untuk balapan liar di Samarinda. (TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA)

"Jadi masyarakat jangan coba-coba melanggar karena akan ditindak tegas," ucapnya.

"Kalau saya sudah sampaikan seperti itu, maka saya akan komit untuk terus melaksanakan," tegasnya.

Baca juga: Ini Negara-negara dengan Waktu Menjalankan Puasa Ramadhan dalam Waktu yang Cukup Lama

Kendati demikian, Kombes Pol Ary Fadli menekankan bahwa mereka mengendepankan edukasi yang dapat memberikan efek jera.

"Kami tidak ingin tindakan kami melukai perasaan orang lain," ucapnya.

Tetapi lanjutnya, efek jera harus diberikan agar setiap pelaku sadar.

"Bahwa apa yang dilakukan tidak pantas dipertunjukan di bulan suci Ramadhan ini," tegasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved