Berita Nasional Terkini

Kisah Pilu Amaq Sinta, Korban Begal Jadi Tersangka Usai Pelaku Meninggal, Polisi Singgung Overmacht

Pria asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang membela diri karena dibegal, kini berbalik menjadi tersangka.

Editor: Heriani AM
Istimewa
Dua pemuda yang ditemukan meninggal tergeletak di jalan raya Desa Ganti, Lombok Tengah, Minggu (10/4/2022). Amaq Sinta adalah korban begal yang melakukan perlawanan hingga menyebabkan pelaku begal tewas. 

TRIBUNKALTIM.CO - Nasib tak meyenangkan dialami Amaq Sinta.

Pria asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang membela diri karena dibegal, kini berbalik menjadi tersangka.

Adalah Murtade alias Amaq Sinta akhirnya bisa kembali pulang ke rumahnya di Desa Ganti, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah setelah Polres Lombok Tengah menangguhkan penahanannya, Rabu (13/4/2022).

Amaq Sinta adalah korban pembegalan yang jadi tersangka pembunuhan.

Karena status tersangka yang disandangnya itu, kemudian berbuntut unjuk rasa 'Aksi Bela Amaq Sinta'.

Ratusan peserta demo dari aliansi masyarakat peduli sosial Lombok Tengah sebelumnya mendesak agar Polres Lombok Tengah membebaskan Amaq Sinta tanpa syarat.

Baca juga: Siapa Arif Pardiani? Pendemo yang Provokasi Massa Pukuli Ade Armando, Sekarang Jadi Tersangka Polisi

Baca juga: Kejati Kaltim Ekspose Virtual Persetujuan Pengajuan Restorative Justice dari Tersangka dari Tarakan

Baca juga: Satu Lagi Tersangka Pengeroyok Ade Armando Ditangkap, Sisa Tiga Pelaku Buron

Amaq Sinta berhasil mengalahkan dua orang pelaku begal hingga tewas ini dijemput Kades Ganti H Acih.

Sebelumnya usai menemui pendemo sekitar pukul 12.00 Wita, Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono menjanjikan akan memberi keputusan atas penanganan kasus Amaq Sinta.

Penangguhan penahanan merupakan upaya setelah dilakukan pemeriksaan saksi dan fakta yang ada.

Perlawanan yang dilakukan Amaq Sinta terhadap pelaku begal itu juga merupakan upaya bela diri korban kejahatan.

"Atau dalam bahasa hukum dikenal dengan istilah overmacht," kata Hery.

Pada saat yang sama dengan aksi unjuk rasa, Amaq Sinta mengadukan laporan kasus kejahatan pembegalan.

"Laporan Amaq Sinta sebagai korban sendiri sudah kita terima. Kita juga sudah memberikan masukan kepada Amaq Sinta untuk membuat laporan tersebut," jelasnya kepada Tribunlombok.com, Rabu (13/4/2022).

Terkait peluang diterbitkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan atau SP3, Hery menyebut masih akan melihat terkait proses hukum selanjutnya.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved