Berita Nasional Terkini

Patuhi Mandat Inpres, Bupati Kubu Raya Segera Terbitkan Perda Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan terus digencarkan oleh pemerintah daer

Editor: Rahmad Taufiq
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Deputi Direktur Bidang Humas dan Antar Lembaga. HO/TRIBUNKALTIM.CO 

TRIBUNKALTIM.CO, PONTIANAK - Implementasi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Optimalisasi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan terus digencarkan oleh pemerintah daerah.

Kali ini giliran Bupati Kabupaten Kubu Raya, Muda Mahendrawan yang sudah menyusun draf regulasi turunan Inpres tersebut.

Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Muhammad Zuhri di Kantor Bupati Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Regulasi yang sudah disiapkan Muda adalah Peraturan Bupati tentang Perlindungan Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dalam Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek), dan juga Nota Kesepakatan antara pihaknya dengan BPJAMSOSTEK tentang perlindungan para pekerja rentan.

Dalam regulasi tersebut disebutkan sumber pembiayaan pekerja yang akan dilindungi diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kubu Raya.

Baca juga: Berikan Pemahaman soal JKP, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Rapat Koordinasi Harmonisasi

Rini Suryani selaku Deputi Direktur Wilayah Kalimantan, yang mendampingi Muhammad Zuhri, pada kesempatan tersebut sangat berterimakasih kepada Bupati Kubu Raya dan Ketua dewan pengawas, atas waktu dan atensi yang baik terhadap perlindungan pekerja, khususnya pekerja bukan penerima upah (BPU) yang ada di kubu raya.

Menanggapi hal tersebut, Zuhri mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Muda dan menyatakan siap membantu terselenggaranya perlindungan menyeluruh untuk pekerja di Kab Kubu Raya sesuai tugas, fungsi dan wewenang Dewas.

“Kehadiran kami untuk melihat respons pemerintah daerah terhadap regulasi pemerintah pusat dan juga untuk mengetahui kendala-kendala implementasi Inpres ini. Kita juga akan berdiskusi untuk sharing pengalaman, serta bersama-sama mencari solusi dalam rangka mendukung perluasan kepesertaan program Jamsostek,” jelas Zuhri.

Diketahui, kunjungan kerja Zuhri ini tidak hanya melihat implementasi Inpres di Pemerintah Kabupaten Kubu Raya saja, namun juga meluas ke Pemerintah Kota Singkawang hingga Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Salah satu agenda yang juga diikuti adalah menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Program Jamsostek bersama Badan Keuangan Daerah se-Provinsi Kalbar.

Baca juga: Jalin Kerja Sama dengan BNI, BPJamsostek Berikan Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam Rakor tersebut Pemprov Kalbar melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Junaidi menyambut baik maksud dan tujuan kunjungan Zuhri.

Junaidi menyadari bahwa pekerja dari segmen BPU yang terlindungi di Provinsi Kalbar masih perlu ditingkatkan.

Untuk itu, dirinya bersama seluruh unit dan dinas terkait menyatakan akan menindaklanjuti hasil diskusi yang menyangkut aspek regulasi, antara lain Pemprov akan berkoordinasi dengan Pemkab/kota untuk mendorong terbitnya Perbup, Perwali, Pergub sebelum menindaklanjuti menjadi Perda.

Selain itu, dari aspek kebijakan terutama terkait anggaran, pihaknya akan melakukan pembahasan APBD Perubahan yang bertujuan memaksimalkan perlindungan pekerja baik sektor penerima upah (PU) maupun BPU yang jumlahnya jauh lebih banyak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved