Selasa, 28 April 2026

Terbaru! 5 Gejala Sembelit yang Sering Disepelekan, Waspada Bila Terus Sakit Perut & Nyeri Punggung

Kenali 5 gejala sembelit yang sering disepelekan, waspada bila sakit perut terus menerus dan merasakan nyeri di punggung.

Editor: Doan Pardede
indiagardening.com
(ilustrasi) Kenali 5 gejala sembelit yang sering disepelekan, waspada bila sakit perut terus menerus dan merasakan nyeri di punggung. 

TRIBUNKALTIM.CO - Inilah 5 gejala sembelit yang sering disepelekan, waspada bila sakit perut terus menerus dan merasakan nyeri di punggung.

Konstipasi atau sembelit adalah kondisi ketika seseorang kesulitan dalam mengosongkan usus besar.

Gangguan pencernaan ini dapat terjadi karena berbagai alasan, seperti ketika feses melewati usus besar terlalu lambat.

Dilansir dari Medical News Today, semakin lambat makanan bergerak melalui saluran pencernaan, maka kian banyak air yang akan diserap usus besar dan kian keras fesesnya.

Baca juga: Jangan Sampai Cuci Darah Seumur Hidup! Ini Ciri-ciri Gagal Ginjal Stadium Awal yang Sering Diabaikan

Seseorang yang buang air besar (BAB) kurang dari 3 kali per minggu secara umum dapat didiagnosis mengalami sembelit.

Terkadang, sembelit terjadi akibat adanya penyumbatan di usus besar.

Dalam kasus ini, seseorang butuh perhatian medis segera.

Tapi di sisi lain, seperti dilansir Kompas,com, sembelit mungkin terjadi hanya karena kekurangan asupan serat atau air.

Keluhan sembelit ini pun biasanya dapat reda ketika seseorang menambah asupan serat dan air dari makanan.

Gejala sembelit

Kebiasaan BAB pada setiap orang memang bisa berbeda-beda.

Merangkum Health Line, beberapa orang mungkin terbiasa BAB tiga kali sehari.

Sementara yang lain bisa jadi normal hanya BAB tiga kali seminggu.

Nah, sembelit terjadi jika BAB ini terhambat tidak seperti biasanya.

Berikut adalah beberapa gejala sembelit yang perlu diperhatikan:

- BAB kurang dari 3 kali seminggu

- Feses menggumpal, keras atau kering Mengejan atau nyeri saat BAB

- Perut terasa penuh, bahkan setelah BAB

- Sering merasa BAB tidak tuntas

Siapa saja yang mencurigai memiliki gejala sembelit di atas, sangat dianjurkan untuk dapat mencari nasihat dokter.

Terlebih lagi, jika seseorang memiliki keluhan yang tidak kunjung hilang atau memperhatikan beberapa kondisi lain, seperti:

Baca juga: Ciri-ciri Penyakit Ginjal Ternyata Bisa Dilhat dari Kulit. Jangan Diamkan Bila Sering Merasa Gatal

- Pendarahan dari rektum

- BAB berdarah

- Sakit perut terus menerus

- Nyeri di punggung bawah

- Perut kembung kronis

- Muntah

- Demam

- Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan

- Perubahan gerakan usus secara tiba-tiba

Dokter dapat melakukan tes untuk menyingkirkan kondisi yang lebih serius, seperti kanker kolorektal atau sindrom iritasi usus besar (IBS).

Cara mendiagnosis sembelit

Untuk mencoba menemukan penyebab sembelit, dokter dapat melakukan beberapa prosedur tes.

Merangkum Mayo Clinic, selain pemeriksaan fisik umum dan colok dubur, dokter dapat pula melakukan tes berikut:

- Tes darah, di mana dokter akan mencari kondisi sistemik seperti tiroid rendah (hipotiroidisme) atau kadar kalsium tinggi

- X-ray yang dapat membantu dokter menentukan apakah usus pasien tersumbat dan apakah ada tinja di seluruh usus besar

- Pemeriksaan rektum dan kolon bawah atau sigmoid (sigmoidoskopi).  Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan selang fleksibel ke dalam anus pasien untuk memeriksa rektum dan bagian bawah usus besar

- Pemeriksaan rektum dan seluruh usus besar (kolonoskopi).  Prosedur diagnostik ini memungkinkan dokter untuk memeriksa seluruh usus besar dengan selang fleksibel yang dilengkapi kamera

- Evaluasi fungsi otot sfingter anal (manometri anorektal).  Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan selang tipis dan fleksibel ke dalam anus dan rektum pasien dan kemudian mengembang balon kecil di ujung tabung.  Perangkat kemudian ditarik kembali melalui otot sfingter. Prosedur ini memungkinkan dokter untuk mengukur koordinasi otot-otot yang digunakan pasien untuk menggerakkan usus

- Evaluasi kecepatan otot sfingter ani (uji ekspulsi balon).  Sering digunakan bersama dengan manometri anorektal, tes ini mengukur jumlah waktu yang diperlukan bagi pasien untuk mendorong keluar balon yang telah diisi air dan ditempatkan di rektum

- Evaluasi seberapa baik makanan bergerak melalui usus besar (studi transit kolon).  Dalam prosedur ini, pasien akan diminta menelan kapsul yang berisi penanda radiopak atau alat perekam nirkabel.  Kemajuan kapsul melalui usus besar pasien akan dicatat selama 24 hingga 48 jam dan akan terlihat pada X-ray

- Pemindai MRI dapat memvisualisasikan dan menilai fungsi otot-otot untuk keperluan BAB. Tes ini juga dapat mendiagnosis masalah yang dapat menyebabkan konstipasi, seperti rektokel atau prolaps rektum

(*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved