Ekonomi dan Bisnis

Momentum Harga Minyak Dunia Naik, Beri Daya Tarik Investasi Migas di Indonesia

Deputi Perencanaan SKK Migas, Benny Lubiantara, mengatakan, saat ini Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain dalam menarik minat investasi,

Editor: Budi Susilo
HO/Kilang Pertamina Balikpapan
Unit Kilang Minyak Pertamina Balikpapan di Kalimantan Timur. Saat ini industri migas di Indonesia tengah menuju arah yang tepat dengan berbagai upaya yang dilakukan oleh Kementerian ESDM dan SKK Migas dalam mendorong berbagai insentif. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Deputi Perencanaan SKK Migas, Benny Lubiantara, mengatakan, saat ini Indonesia harus bersaing dengan negara-negara lain dalam menarik minat investasi dari para investor besar.

Menurutnya, industri hulu migas nasional membutuhkan pembenahan dari sisi fiskal dan nonfiskal. Selain itu, perlu ada perbaikan untuk proses perizinan.

“Insentif menjadi penting karena dari sisi kebijakan fiskal Indonesia masih kurang menarik bagi investor migas dibandingkan Negara lain,” ujar dia.

Benny menambahkan, hal penting yang harus menjadi fokus saat ini adalah memanfaatkan momentum kenaikan harga minyak dunia.

Baca juga: Ekspor Migas Kaltim Naik Signifikan di Awal 2022, Kenaikan hingga 85,89 Persen selama Februari

Baca juga: Lebaran Idul Fitri 2022, Pertamina Tambah Pasokan Stok LPG untuk Kalimantan Timur

Baca juga: Kepala SKK Migas Tanam Pohon di RMBC Batakan Balikpapan, Wujudkan Program Low Carbon Initiative

Caranya untuk memberikan sinyal yang menarik bagi investasi migas di Indonesia “Insentif, kebijakan fiskal dan kemudahan untuk berusaha semuanya bermuara di RUU Migas,” kata dia.

Untuk itu, ia berharap agar RUU Migas yang kini sedang dibahas bisa segera selesai.

Sehingga payung hukum tersebut bisa memberikan kepastian bagi investor dalam melaksanakan kegiatan usaha migas dan menarik lebih banyak investasi ke Indonesia.

Seperti diketahui, SKK Migas saat ini terus memacu produksi minyak dan gas bumi dengan mempercepat onstream 12 proyek migas pada tahun ini.

Baca juga: Pertamina Tambah Pasokan Solar Subsidi ke SPBU KM 13 Balikpapan

Dari jumlah tersebut, diproyeksikan lima proyek hulu migas akan onstream pada kuartal dua tahun 2022.

Berkaca pada produksi minyak tahun 2021 yang hanya mencapai 660.000 bph dari target produksi sebesar 705.000 bph, kebutuhan minyak akan terus bertambah setiap tahunnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved