Berita Bontang Terkini

Nobar dan Bedah Film Dokumenter Musa, Kelompok Pemuda di Bontang Dukung Legalisasi Ganja untuk Medis

Dalam rangka Hari Ganja Internasional pada (20/4/2022), sekelompok pemuda tergabung dalam Delawwa Kreatif di Bontang menggelar nonton bareng dan bedah

Penulis: Ismail Usman | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Kegiatan nobar dan diskusi bedah film dokumenter Musa yang meninggal akibat tak mendapat perawatan alternatif di Indonesia. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Dalam rangka Hari Ganja Internasional pada (20/4/2022), sekelompok pemuda tergabung dalam Delawwa Kreatif di Bontang menggelar nonton bareng dan bedah film dokumenter berjudul Musa pada, Sabtu (23/4/2022) malam tadi.

Film dokumenter Musa yang merupakan karya Alexander Sinaga itu menceritakan tentang diskriminasi tentang tanaman ganja di Indonesia.

Judul Musa ini diambil dari nama seorang anak yang mengidap penyakit Cerebral Palsy. Film ini mempertontonkan seorang ibu yang berjuang mengobati anaknya dengan menggunakan terapi ganja di Australia.

Namun saat kembali ke Indonesia, kondisi Musa menurun dan berujung meninggal dunia setelah tak lagi mendapat pengobatan cannabis.

Kegiatan bedah film ini menghadirkan 3 narasumber dari berbagai latar belakang.

Baca juga: Bawa Ganja Hampir 1 Kg, Warga Papua Nugini Ditangkap di Penginapan Jayapura

Baca juga: Dua Pelaku Ditangkap Ditresnarkoba Polda Lampung Saat Bawa Ganja 75 Kg

Baca juga: BNNK dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran Ganja Organik dan Tembakau Sintetis di Balikpapan

Rahman Dwi Saputra dari Koordinator Lingkar Ganja Nusantara (LGN) Kaltim, dr I Wayan Santika yang merupakan Kepala Puskesmas Bontang Utara, dan Rasid dari Lembaga Batuan Hukum (LBH) Populis Borneo di Bontang.

Selain beda film, rangkaian kegiatan yang diinisiasi Delawwa itu juga mengemas kegiatan dengan berbagi takjil dan menggambar foto Musa di dinding skate park Stadion Bessai Berinta Bontang.

Koordinator kegiatan, Yohanes Jaksond menuturkan agenda nobar ini untuk membuka wawasan para generasi muda di Bontang tentang manfaat cannabis dalam aspek medis.

Sebab dari fakta yang dipertontonkan dalam film Musa menunjukkan secara jelas manfaat ganja dalam pengobatan pengidap Cerebral Palsy.

“Makanya kami hadirkan narasumber dari berbagai bidang untuk dimintai tanggapan,” bebernya.

Baca juga: Sembunyikan Ganja 1 Kg di Bubuk Kopi, Kawanan Pengedar di Balikpapan Dibekuk Polisi

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap 3 ibu yang menggugat UUD Narkotika ganja di Mahkama Konsitusi.

Salah satunya, gugatan itu dilayangkan oleh ibu Musa yang bernama Dwi Pertiwi.

“Ini juga sebagai solidaritas kita terhadap Dwi Pertiwi. Dia menggugat ke MK lantaran anaknya meninggal karena tidak bisa mendapat terapi ganja lantaran terbentur dari UU Narkotika,” tuturnya.

Diakhir ia pun menegaskan, bahwa kegiatan nobar dan diskusi tentang cannabis ini bukanlah bentuk dukungan legalisasi penggunaan ganja untuk dikonsumsi secara bebas oleh masyarakat luas.

“Kita dukung dari aspek medisnya. Agar tidak ada korban lagi seperti Musa. Jadi kalau untuk penggunaan secara umum jelas kami menolak tegas karena itu bertolak belakangan dengan cita-cita bangsa,” tandasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved