Ekonomi dan Bisnis

China akan Kesulitan dalam Jangka Pendek, Buntut Indonesia Larang Ekspor CPO

Negara China akan kesulitan dalam jangka pendek memenuhi kebutuhan minyak sawit.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit. Setelah Indonesia mengumumkan larangan ekspor minyak sawit, yang membuat harga minyak nabati global meningkat di tengah inflasi akibat konflik Rusia dan Ukraina, importir minyak sawit terbesar kedua di dunia yaitu China menghadapi kesulitan pasokan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SHANGHAI - Negara China akan kesulitan dalam jangka pendek memenuhi kebutuhan minyak sawit.

Hal itu tidak terlepas dari buntut negara Indonesia melarang ekspor CPO.

Kebijakan itu secara resmi disampaikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.  

Setelah Indonesia mengumumkan larangan ekspor minyak sawit, yang membuat harga minyak nabati global meningkat di tengah inflasi akibat konflik Rusia dan Ukraina, importir minyak sawit terbesar kedua di dunia yaitu China menghadapi kesulitan pasokan jangka pendek jika larangan itu terus berlanjut.

Baca juga: Kasus Pencurian 20 Ton CPO Dilimpahkan ke JPU, Polres Kubar Terus Lakukan Pendalaman

Baca juga: PT Palma Serasih Bakal Investasi ke KEK Maloy Kutim, Tahap Dua Bangun Kilang Pemurnian Minyak CPO

Baca juga: TNI AL Mulai Perketat Pengawasan Buntut dari Larangan Ekspor CPO dan Minyak Goreng

Pelaku industri grosir dan eceran biji-bijian yang berbasis di Shanghai, Chen Hao mengatakan minyak sawit merupakan minyak nabati yang paling banyak dikonsumsi di dunia dan memiliki volume perdagangan tertinggi diantara minyak nabati lainnya.

Chen Hao menambahkan, harga minyak nabati lainnya diperkirakan akan mengalami kenaikan.

“Harga domestik untuk minyak kedelai, minyak kacang tanah dan minyak colza akan naik karena meskipun permintaan secara keseluruhan tetap normal, minyak sawit, sumber utama pasokan, menurun,” kata Chen, yang dikutip dari globaltimes.cn.

Menurut situs informasi perdagangan komoditas China mysteel.com, pada kuartal pertama tahun 2022, China mengimpor sebanyak 258.300 ton minyak sawit dari Indonesia dan 242.800 ton dari Malaysia, masing-masing menyumbang sekitar 52 persen dan 48 persen dari total impor China.

Baca juga: Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim Sebut Ekspor CPO Lebih Menguntungkan

Presiden Joko Widodo mengatakan larangan tersebut dikeluarkan untuk mengamankan pasokan makanan dalam negeri karena dua eksportir biji-bijian utama, Rusia dan Ukraina sedang menghadapi konflik.

Sekretaris jenderal Pusat Penelitian untuk Kerjasama China-Asia Selatan di Institut Studi Internasional Shanghai, Liu Zongyi mengatakan larangan ekspor minyak sawit Indonesia juga bertujuan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pengekspor komoditas penting.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved