Ekonomi dan Bisnis

Ekspor Sawit dari Indonesia Dihentikan, Pasar Global Khawatir Terjadi Kelangkaan

Kebijakan larang ekspor minyak goreng dan kelapa sawit oleh Indonesia memunculkan kekhawatiran di tengah pasar global

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
ILUSTRASI Hasil kebun sawit di Kalimantan Timur, Indonesia. Keputusan pemerintah Indonesia membatasi ekspor dinilai, tidak cuma akan berdampak pada ketersediaan minyak sawit. 

TRIBUNKALTIM.CO - Kebijakan larang ekspor minyak goreng dan kelapa sawit oleh Indonesia memunculkan kekhawatiran di tengah pasar global

Demikian dijelaskan oleh James Fry Direktur LMC International, sebuah perusahaan konsultan komoditas. 

Sebab dinilai, Keputusan pemerintah Indonesia membatasi ekspor dinilai, tidak cuma akan berdampak pada ketersediaan minyak sawit.

"berdampak terhadap ketersediaan minyak makan di seluruh dunia,” kata James Fry.

Baca juga: Jokowi Larang Ekspor CPO, Disbun Kukar Akui Harga Sawit Turun

Baca juga: Petani di Paser Bakal Miliki Pabrik Kelapa Sawit, Bisa Produksi 30 Ton per Jam

Baca juga: Penimbangan Tandan Buah Sawit di Teluk Pandan Kutim Ditutup, Warga Datangi Kantor Desa

Minyak sawit tidak hanya digunakan untuk memasak, tetapi juga untuk membuat berbagai jenis produk, mulai dari kosmetika hingga cairan pembersih.

Sawit mewakili 60 persen perdagangan minyak nabati di dunia, dan sepertiganya berasal dari Indonesia.

Kelangkaan terjadi ketika volume ekspor di semua negara produsen terbesar mendapat tekanan: minyak kacang kedelai karena musim kering berkepanjangan di Amerika Selatan.

Juga minyak bunga rapa karena buruknya hasil panen di Kanada.

Baca juga: KEK MBTK di Kutim Dapat Surat Izin Sementara, Satu Perusahaan Sawit Akan Beroperasi

"Serta minyak bunga matahari karena invasi Rusia terhadap Ukraina,” tutur Fry.

Sejak enam bulan terakhir, harga minyak nabati meningkat 50 persen menyusul kelangkaan tenaga buruh di Malaysia atau kemarau ekstrem di Argentina dan Kanada, serta yang terakhir perang di Ukraina.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved