Rabu, 6 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Empat Ribu Kendaraan di Balikpapan Terintegrasi Fuel Card 2.0

Ribuan kendaraan di Balikpapan terintegrasi fuel card 2.0. Kartu kendali tersebut difungsikan untuk pembelian BBM bersubsidi.

Tayang:
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Fuel card 2.0 dilaunching pertama kali di Kota Balikpapan, tepatnya di SPBU Kebun Sayur, kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat.  TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ribuan kendaraan di Balikpapan terintegrasi fuel card 2.0. Kartu kendali tersebut difungsikan untuk pembelian BBM bersubsidi.

Fuel card 2.0 dilaunching pertama kali di Kota Balikpapan, tepatnya di SPBU Kebun Sayur, kelurahan Baru Ilir, Balikpapan Barat.

SPBU yang telah menerapkan sistem ini memberlakukan pembatasan jumlah pembelian. Terutama jenis biosolar, sesuai ketentuan yakni 60 liter, 80 liter, dan 200 liter per hari.

Jika sistem ini berjalan, data pembelian akan terekam dan terkoneksi dengan sistem di Pertamina dan SPBU lainnya. Sehingga ketika sudah membeli mencapai batas maksimal per hari.

"Identifikasi terakhir mengenai fuel card, ada empat ribu kendaraan yang diupgrade ke fuel card 2.0. Di fuel card ini sudah dibagi pembagian volume BBM setiap kendaraan," ujar Walikota Balikpapan Rahmad Masud, Selasa (26/4/2022).

Baca juga: Sudah Beraksi 3 Bulan, Pengetap Solar Subsidi di Balikpapan Modifikasi Tangki, Punya Dua Fuel Card

Baca juga: Begini Cara Daftar Ulang Fuel Card 2.0 Solar Subsidi via Online, Ini Link Pendaftaran untuk Kaltim

Baca juga: 7.500 Kendaraan Teregistrasi, SPBU di Samarinda Mulai Salurkan Solar dengan Fuel Card

Dengan program kartu kendali atau fuel card Pertamina ingin memperluas cakupan distribusi BBM sesuai peruntukan dan tepat sasaran.

Mengingat, disparitas harga BBM bersubsidi (biosolar) dan non-subsidi (dexlite) cukup tinggi atau harga biosolar saat ini Rp 5.150 per liter sedangkan dexlite mencapai Rp 9.700 per liter.

"Saya harap program ini bisa berjalan baik, perlu pengawasan ketat. Saya ingatkan juga agar pengendara angkutan darat untuk tertib menaati aturan ini," kata Rahmad.

Sebagai informasi, fuel card 2.0 merupakan hasil kerjasama dari tiga instansi. Di antaranya, pemerintah kota Balikpapan, Pertamina, dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Retail Sales Area Manager Region Kalimantan Tiara Thesaufi menambahkan penerapan program fuel card 2.0 akan disusul oleh kota lain di Kalimantan Timur.

Baca juga: Sebaran Fuel Card di Kaltim Berkisar 10 Ribu, Tahun Ini Ditargetkan Capai 36 Ribu

Menurutnya, penggunaan fuel card menjadi salah satu alat pengawasan BBM bersubsidi, khususnya biosolar.

Penerapan Fuel Card itu juga ditujukan untuk meminimalisir antrean truk yang kerap terjadi di SPBU yang tersebar di Kota Balikpapan.

"Mudahan setelah launching tidak ada lagi kesulitan mencari solar karena sudah tepat sasaran. Angkutan logistik dan penumpang akan lebih bayak diprioritaskan," imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang BRI Kota Balikpapan, Ismed mengaku bangga bisa turut serta mensukseskan penggunaan fuel card di kota Beriman.

Melalui Brizzi, pihaknya berharap bisa mendukung program fuel card 2.0 melalui registrasi online, proses pencetakan kartu, serta pembayaran.

"Sekaligus mensukseskan program pemerintah dalam menerapkan cashless untuk mulai melakukam transaksi secara non tunai," tandasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved