Berita Balikpapan Terkini
Kalut Dituding Merudapaksa, Pria di Balikpapan Nekat Akhiri Hidup Dengan Cara Ini
Seorang pria berinisial HL (26) ditemukan tak bernyawa dengan posisi leher terikat dengan seutas tali di Balikpapan, Selasa (26/4/2022) kemarin
Penulis: Mohammad Zein Rahmatullah | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Seorang pria berinisial HL (26) ditemukan tak bernyawa dengan posisi leher terikat dengan seutas tali di Balikpapan, Selasa (26/4/2022) kemarin.
HL disinyalir mengakhiri hidupnya dalam sebuah bengkel yang berlokasi di kawasan Jalan Letjen Suprapto, Baru Ulu, Balikpapan Barat, Kota Balikpapan.
Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Vincentius Thirdy Hadmiarso melalui Kapolsek Balikpapan Barat, Kompol Totok Eko Darminto membenarkan tragedi tersebut.
Berdasarkan keterangan saksi bernama Burhan (36) yang menemukan pertama kali, Totok berujar, tampak orang tergantung. Ketika dicek, ternyata benar bahwa HL tengah meregang nyawa.
"Dia melihat ada orang yang tergantung di bengkel mobil. Kemudian berteriak untuk memanggil warga," sebut Totok, Rabu (27/4/2022).
Baca juga: Gejala Sakit Ginjal Stadium Awal yang Sering Disepelekan, Awas Jangan Sampai Cuci Darah Seumur Hidup
Baca juga: Berjuang Hidup Hanya dengan Satu Ginjal, Acha Septriasa Sering Pingsan, Apa yang Terjadi?
Baca juga: Suami Baru Bupati Berau Berpangkat Kombes Pol, Sri Juniarsih: Perjalanan Hidup yang Dramatis
Soal dugaan motif, Totok juga sempat menghimpun keterangan dari pemilik bengkel. Sira (35), namanya. Kata Sira, dipaparkan Totok, HL mengakhiri hidupnya karena merasa takut lantaran dituding meniduri seorang perempuan.
Ketakutan tersebut, kata Totok, diketahui lantaran beberapa jam sebelum HL diketahui mengakhiri hidupnya, korban sempat bercerita kepada Sira soal ketakutannya tersebut.
"Korban mengatakan bahwa dituduh merudapaksa. Di situ korban merasa bingung kenapa orang mengira bahwa dia pelakunya," imbuh Totok.
Akibat kejadian itu lah, kata Totok, HL lantas memutuskan untuk menyelesaikan masalah dengan cara pintas tersebut.
Kata Totok, pihak keluarga sendiri sudah menerima kematian HL. Sehingga tidak akan menuntut siapapun untuk diproses secara hukum.
"Dan pihak keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi maupun visum. Jadi korban dibawa ke RSKD untuk verifikasi saja," ucap Totok. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/HL-ditemukan-berdiri-tanpa-nyawa.jpg)