Ekonomi dan Bisnis

Presiden Jokowi Sebut Larangan Ekspor akan Dicabut dengan Syarat

Indonesia mengambil kebijakan stop ekspor CPO dan minyak goreng buntut terungkapnya kasus mafia minyak goreng

Editor: Budi Susilo
Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi. Presiden Jokowi mengerti bahwa larangan ekspor akan berpengaruh pada neraca perdagangan. Karena bagaimanapun juga nergara perlu pajak, devisa dan surplus perdagangan. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Indonesia mengambil kebijakan stop ekspor CPO dan minyak goreng buntut terungkapnya kasus mafia minyak goreng. 

Kebijakan itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Namun penghentian ekspor itu tidak bersifat permanan abadi selamanya. Dia tegaskan sifatnya hanya waktu tertentu saja. 

Kata Presiden Jokowi, kebijakan larangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng hanya sementara.

Baca juga: Larangan Ekspor Bahan Baku Minyak Goreng sampai Kapan? Pengamat Ekonomi: Justru Rugikan Petani

Baca juga: Penyaluran Minyak Goreng Curah dari Pemkot Samarinda Stop Sementara, Komisi II Sebut Stok Masih Aman

Baca juga: Harga Minyak Goreng di Inggris Naik Tajam, Tuding karena Perang Panjang Rusia vs Ukraina

Larangan ekspor baru akan dicabut apabila kebutuhan dalam negeri terpenuhi.

"Begitu kebutuhan dalam negeri sudah terpenuhi tentu saya akan mencabut larangan ekspor," pungkasnya.

Sadar Bisa Munculkan Hal Negatif

Presiden Jokowi menyadari bahwa kebijakan larangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng menimbulkan dampak negatif, seperti diantaranya hasil panen sawit petani yang tidak terserap.

"Larangan ini memang menimbulkan dampak negatif berpotensi mengurangi produksi, hasil panen petani yang tak terserap," kata Jokowi dalam keterangan pers yang disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Rabu, (27/4/2022).

Presiden Jokowi juga mengerti bahwa larangan ekspor akan berpengaruh pada neraca perdagangan. Karena bagaimanapun juga nergara perlu pajak, devisa dan surplus perdagangan.

Namun kata Presiden Jokowi, pemenuhan kebutuhan masyarakat adalah yang paling utama.

Baca juga: Politisi PAN Dradjad Wibowo Nilai Larangan Ekspor CPO Bisa Rugikan Pemerintah Sendiri

Dengan adanya larangan ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng, diharapkan pasokan minyak goreng di dalam negeri melimpah.

"Tujuan kebijakan ini adalah untuk menambah pasokan dalam negeri hingga pasokan melimpah," katanya.

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Presiden Jokowi Akui Larangan Ekspor Minyak Goreng Timbulkan Dampak Negatif 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved