Idul Fitri

Contoh Khutbah Jumat Bulan Syawal, Upaya Merawat Amal Saleh, Lengkap Tata Cara Sholat Jumat

Berikut ini contoh khutbah Jumat bulan Syawal. Upaya merawat amal saleh, lengkap tata cara sholat Jumat.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Umat muslim melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (11/2/2022). Contoh khutbah Jumat bulan Syawal. Upaya merawat amal saleh, lengkap tata cara sholat Jumat. 

Mengawali khutbah pada siang hari yang penuh keberkahan ini, khatib berwasiat kepada kita semua untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wata’ala, dengan senantiasa berupaya melakukan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Jumat kali ini bertepatan dengan tanggal 5 Syawal 1443 H, kita masih berada di bulan Syawal.

Masih ada kesempatan untuk melaksanakan puasa Syawal untuk lebih melengkapi puasa Ramadhan yang telah kita laksanakan.

Baca juga: Sering Diabaikan, Kesalahan dalam Mengerjakan Sholat Jumat Secara Berjamaah, Tidak Menyimak Khutbah

Tak hanya itu, pada bulan Syawal ini tentunya masih sangat melekat dalam benak kita akan tarbiyah ruhaniyah yang kita jalankan selama bulan Ramadhan lalu.

Amaliyah ubudiyah itu hendaknya terus kita jaga dan istiqomah agar kita benar-benar menjadi pribadi yang takwa.

Maka hal ini menjadi tantangan kita berikutnya, yakni bagaimana upaya kita dalam merawat amal saleh di bulan Syawal.

Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,

Bulan Syawal adalah awal kembali suci, setelah segala noda, dosa, dan sifat-sifat tak terpuji dibersihkan dalam ruang karantina bernama bulan Ramadhan.

Oleh karenanya, sudah semestinya kita menjaga kesucian tersebut setelah Ramadhan usai, ditandai dengan Hari Raya Idul fitri, sampai dengan datangnya Ramadhan berikutnya.

Hal terpenting untuk diperhatikan dan dievaluasi adalah, apa yang dihasilkan setelah proses 'karantina' selama satu bulan Ramadhan itu selesai?

Bukan hanya dominan berlebihan, heboh, dalam aktivitas fisik saat 'karantina' belaka, tanpa penghayatan mendalam, agar karantina (Ramadhan) yang dibayar mahal dengan 'ongkos' haus dan dahaga selama sebulan itu, tidak sia-sia.

Ramadhan jelas merupakan ladang mutiara bagi yang memfungsikan momentum tersebut dengan sebaik-baiknya.

Namun ia bukan apa-apa bagi orang yang salah jalan dalam menelusurinya.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved