Berita Kutim Terkini

Pasar Tumpah Menjamur, Pedagang Pasar Induk Sangatta Kutim Cemaskan Jumlah Pembeli Berkurang

Belum lama ini, pedagang di Pasar Induk Sangatta (PIS) mengeluhkan keberadaan pasar tumpah yang semakin menjamur di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Kegiatan jual beli di Pasar Induk Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Belum lama ini, pedagang di Pasar Induk Sangatta (PIS) mengeluhkan keberadaan pasar tumpah yang semakin menjamur di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Pasar tumpah memberikan dampak negatif bagi pedagang pasar induk sebab kehadirannya dianggap mempengaruhi jumlah pembeli yang datang langsung ke pasar.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Induk Sangatta Utara (APPISTA), Darlis mengaku keluhan ini bukan persoalan baru.

Pihaknya sudah berulang kali menyampaikan hal yang sama, bahkan mengajak pedagang di luar pasar agar masuk mengisi lapak di tempat resmi.

Sayangnya, kurangnya kesadaran dari pedagang pasar tumpah dan dukungan tegas dari pemerintah membuat persoalan ini tak kunjung usai.

Baca juga: TPID Kutim Sidak Pasar Induk Sangatta, Harga Daging Sapi hingga Rp 170 Ribu per Kg

“Tapi sepertinya tidak ada tindak lanjutnya. Makanya kami harapkan ada kepastian terkait masalah ini,” ucapnya.

Sebab, menurutnya, konsumen tentu akan memilih lokasi belanja yang terjangkau atau dekat dari rumah meskipun harganya lebih mahal.

Sedangkan lokasi pasar induk bisa dibilang cukup jauh dari kawasan padat penduduk, sehingga jumlah pengunjung yang datang mengalami penurunan.

Belum lagi jika pedagang di luar dapat harga yang lebih murah, tentu hal ini membuat iklim persaingan yang tidak baik.

“Bisa saja ini membuat persaingan harga yang tidak sehat nantinya,” ucapnya.

Padahal, Darlis mengatakan bahwa Pasar Induk Sangatta dibuat sebagai sentra pedagang yang ada di seluruh wilayah Sangatta.

Baca juga: Upaya Pencegahan Hepatitis Akut, Samarinda Gencar Lakukan Pembersihan Pasar Tradisional

Bahkan pasar ini disiapkan menjadi pemasok barang ke berbagai kecamatan lain di sekitar Sangatta seperti Bengalon, Rantau Pulung, dan Teluk Pandan.

Namun, jika harus bersaing dengan pasar tumpah yang bisa dibilang tidak pada tempatnya, tentu pedagang pasar induk akan kalah saing dan yang terburuk bisa kehilangan pembeli.

Sebelumnya pemerintah juga sudah melakukan penindakan dengan memasukkan pedagang pasar tumpah agar mengisi lapak di dalam pasar induk.

Kendati demikian, upaya tersebut tidak juga membuahkan hasil dan pasar tumpah tetap menjamur di berbagai ruas jalan.

“Bahkan kita pernah rapat di DPRD Kutim mengenai hal ini, semua hadir waktu itu. Tapi sampai hari ini tidak ada tanggapan berarti di lapangan,” ujarnya.

Baca juga: Pasar Tamrin Bontang akan Tetap Buka dan Ramai Konsumen Saat Hari Pertama Libur Idul Fitri

APPISTA berharap agar pemerintah lebih memperhatikan lagi kondisi pedagang dan lebih mengupayakan agar Pasar Induk menjadi tujuan utama masyarakat Sangatta dalam mencari berbagai kebutuhan. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved