Berita Samarinda Terkini

Lakukan Perjalanan Seorang Diri, Lansia Telantar di Pelabuhan Samarinda, Tunggu Dijemput Keluarga

Seorang perempuan lanjut usia (Lansia) terpaksa dibawa ke Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda karena terlihat linglung seorang diri di Pelabuhan S

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Anjuni (67) dibawa seorang pedagang ke Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seorang perempuan lanjut usia (Lansia) terpaksa dibawa ke Polsek Kawasan Pelabuhan Samarinda karena terlihat linglung seorang diri di Pelabuhan Samarinda, Minggu (8/5/2022) kemarin.

Lansia ini dibawa oleh Wati (38), salah seorang pedagang di Pelabuhan Samarinda.

Kepada TribunKaltim.co, Wati mengatakan, dirinya merasa kasihan melihat lansia tersebut duduk seorang diri di samping lapak miliknya.

"Ibunya tidak bawa apa-apa selain tas baju hitam. Saya tanya katanya bakal ada yang jemput," kata Wati .

"Tapi sampai satu jam dan pelabuhan sepi, enggak ada yang jemput. Saya kasihan jadi arahkan ke Polsek Pelabuhan saja," imbuhnya.

Baca juga: KSOP Samarinda Beri 2 Catatan Penting untuk Pelindo dalam Penanganan Mudik dan Arus Balik Lebaran

Begitu tiba, pihak kepolisian sempat kebingungan. Sebab lansia ini tidak memiliki alat komunikasi ataupun identitas diri.

Beruntungnya, lansia ini masih memiliki surat vaksin yang terletak di bagian depan tas pakaian berwarna hitamnya.

Akhirnya diketahui bahwa ibu tersebut bernama Anjuni (67), asal Luwuk, Sulawesi Tengah yang melakukan perjalanan seorang diri menggunakan moda transportasi laut dengan menaiki KM Cattelya Express yang tiba pada Pukul 15.00 WITA.

Dari surat vaksin inilah, Kepala Sentra Pelayanan Kepolisian (KSPK) KP3 Samarinda Aipda Irsyad Rahman mendapatkan nomor kontak keluarga Anjuni.

"Kita menghubungi pihak keluarga. Ternyata ibu ini berdomisili di kawasan Jalan Suryanata, Kecamatan Samarinda Ulu," ungkapnya.

Baca juga: Bawa 2.500 Penumpang dari Parepare, Dua Kapal Tiba di Pelabuhan Samarinda

Dari hasil komunikasi dengan salah satu cucu lansia tersebut, diketahui bahwa sedari siang pihak keluarga sudah datang menjemput dan mencari Anjuni namun tidak bertemu.

"Makanya kami kembali lagi karena tidak ketemu," ucap cucu Anjuni yang diketahui bernama Verawati kepada Aipda Irsyad Rahman melalui sambungan telepon seluler.

Setelah menunggu, akhirnya tepat Pukul 17.00 WITA, pihak keluarga akhirnya tiba untuk menjemput Arjuni.

"Terima kasih Pak. Nenek saya ini memang tidak mau menggunakan telepone seluler. Bersyukur sekali karena pihak kepolisian membantu komunikasi," ucap salah seorang cucu dari Anjuni. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved