Berita Internasional Terkini

Dampak Perang Rusia vs Ukraina, Kini China jadi Pemasok Aluminium ke Beberapa Negara Eropa

Dampak perang militer Rusia dengan Ukraina, Kini negara China jadi pemasok aluminium ke beberapa negara Eropa

Editor: Budi Susilo
Viacheslav Ratynskyi
Terlihat sebuah mobil dan bangunan yang hancur di Irpin, dekat Kyiv, Ukraina, pada Selasa (19/04/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO, SHANGHAI - Dampak perang militer Rusia dengan Ukraina, Kini negara China jadi pemasok aluminium ke beberapa negara Eropa.

Peran Ukraina sebagai eksportir aluminium terbesar di dunia nampaknya kini mulai tergeser, usai adanya invasi yang dilakukan militer Rusia hingga meluluh lantakan kegiatan ekspor dan perekonomian warga.

Imbas memanasnya konflik tersebut membuat produk aluminium buatan China berhasil menguasai pangsa dunia.

Bahkan China menjadi pemasok aliran logam utama bagi beberapa negara besar di daratan Eropa.

Baca juga: CIA Bocorkan Rencana Terselubung China Bila Rusia Berhasil Taklukan Ukraina, Taiwan Wajib Waspada

Baca juga: Menko Airlangga Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tetap Tinggi Sepanjang 2022

Baca juga: CIA Bocorkan Rencana Terselubung China Bila Rusia Berhasil Taklukan Ukraina, Taiwan Wajib Waspada

Hal ini tentunya sangat kontras dengan kondisi China pada dua tahun silam, dimana negara tirai bambu ini menjadi pengimpor aluminium terbanyak di dunia.

Menurut laporan data bea cukai Shanghai yang dilansir dari Nikkei Asia, total ekspor aluminium China pada periode Februari 2022 meningkat drastis sebanyak 26.378 ton.

Jumlah ini naik 500 persen dari ekspor bulan Januari. Pencapaian tersebut membuat ekspor aluminium China untuk pertama kalinya menempati rekor tertinggi sejak November 2019.

Lonjakan ekspor mulai terjadi ketika Ukraina tak dapat lagi mengimpor aluminium produksinya ditambah lagi dengan meroketnya harga gas alam dan energi Rusia di pasar global, hingga membuat para produsen aluminium Eropa terpaksa mengurangi produksi logam untuk tenaga listrik.

Kesempatan inilah yang dimanfaatkan China untuk menggenjot produksi aluminium negaranya.

Bahkan meningkatnya permintaan ekspor aluminium, membuat harga aluminium global dipasar London Metals Exchange melonjak mencapai mencapai rekor 4.000 dolar AS per ton pada awal Maret lalu.

Meskipun saat ini pasar aluminium China tengah melemah, imbas penguncian wilayah atau lockdown namun tak lantas menghambat permintaan ekspor, tercatat harga aluminium China pada pasar Futures Exchange Shanghai dibanderol dalam kisaran 21.000 yuan atau senilai 3.150 dolar AS.

Jauh lebih murah ketimbang harga aluminium global dipasar London Metals Exchange, yang diperdagangkan kisaran 3.300 dolar AS.

Kesenjangan harga sekitar 1.500 dolar AS, makin membuat aluminium China kebanjiran pesanan dari produsen dunia khususnya para importir yang berasal dari Eropa.

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Geser Ukraina, China Kini Jadi Pemasok Aluminium untuk Sejumlah Negara Eropa

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved