Berita Kaltim Terkini

Perusahaan di Kaltim Bisa Kembangkan Integrated Farming System tak Hanya Peternakan

ntegrated Farming yang pernah ditinjau Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi Selasa (10/5/2022) lalu, tepatnya di pusat pembibitan ternak unggul

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kaltim Siti Farisyah Yana saat ditemui TribunKaltim.Co. TRIBUNKALTIM.CO/ MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Integrated Farming yang pernah ditinjau Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi Selasa (10/5/2022) lalu, tepatnya di pusat pembibitan ternak unggul PT Equalindo Makmur Alam Sejahtera (EMAS) Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara dianggap menjadi booster untuk pengembangan tanaman pangan.

Kepala Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Holtikultura (DPTPH) Kaltim Siti Farisyah Yana saat diminta tanggapannya juga menegaskan, pihak-pihak lain atau perusahaan yang ada di Benua Etam bisa ikut mengembangkan.

Menurut Yana, sapaan akrabnya, integrated farming system, yang ditinjau oleh Wagub Kaltim Hadi Mulyadi dan bersamanya itu, seharusnya juga bisa mengembangkan beberapa komoditi dalam satu korporasi yang sama.

"Disana (PT EMAS) masih konsentrasi pada pembibitan dan pengembangan peternakan. Mudah-mudahan pengembangan untuk tanaman pangan bisa dikembangkan lebih lanjut," sebutnya, Kamis (19/5/2022).

Baca juga: Profil Daniel Patrick Schuld Hadi yang Lapor Wanda Hamidah ke Polisi, Ada Tuduhan Penistaan

Baca juga: Lupakan Marshel Widianto? Kini Celine Evangelista Terang-terangan Pilih Refal Hadi

Baca juga: Wagub Hadi Mulyadi Sebut Kaltim Siap Tuan Rumah MTQ XXXII 2026

Pengembangan tersebut ketika nantinya jika dilakukan oleh perusahaan lain, bukan sekedar pengembangan hortikultura, tetapi bisa komiditi lain seperti jagung.

Apalagi lahan yang dimiliki masih luas dan potensial guna ditanami jagung, paling tidak untuk pemenuhan pakan ternak.

Pengembangan jagung ini, kata Yana, juga bisa menjadi sistem yang terintegrasi dan saling melengkapi dengan tujuan memanfaatkan limbah satu sama lain. 

"Limbah tanaman digunakan sebagai pakan ternak, sedangkan limbah ternak digunakan sebagai pupuk organik, bahkan sebagai bioenergy (biogas)," terangnya.

Pihaknya juga menerangkan bahwa telah melaksanakan pengembangan integrated farming system kepada masyarakat.

Sekitar 100 hektare pengembangan berbasis jagung dengan peternakan tersebut tersebar di Kabupaten dan Kota di Kaltim.

"Kita punya datanya nanti kita berikan. Kukar, PPU, Paser yang punya basis peternakan," sebut Yana.

Terakhir dia mengatakan bahwa pengembanan bibit sapi ini bukan hanya pertama kali, mini ranch milik PT MHU yang berkolaborasi dengan Bramasta juga telah berjalan di Kukar.

Baca juga: Ganjar Pranowo Dikucilkan PDIP Jateng? Tak Diundang Halalbihalal, FX Hadi Bersuara

"Ini konsep yang lebih baik daripada lahan dibiarkan berubah. Paling tidak kami berharap struktur tanah itu kembali dulu. Kalau ada tanaman, struktur tanah akan kembali lambat laun," pungkas Yana.

"Asal konsisten pada saat selesai miningnya, disebarkan lagi tanah humus diatasnya. Teknis selama penambangannya. Yang kita tidak harapkan itu tambang yang nggak terawasi, kan main tinggal saja," sambungnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved