Ekonomi dan Bisnis

Saat Ada Larangan Ekspor Sawit, Petani di Long Ikis Merasakan Imbas Buruk 

Saat ada kebijakan larangan ekspor minyak sawit mentah (CPO) ke berbagai negara, ternyata membawa dampak. 

Penulis: Ardiana | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
ILUSTRASI Sawit Kalimantan Timur.Saat ada kebijakan larangan ekspor minyak sawit mentah ke berbagai negara, ternyata membawa dampak bagi petani sawit di beberapa daerah Kalimantan Timur, termasuk di Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur.  

TRIBUNKALTIM.COM, BALIKPAPAN - Saat ada kebijakan larangan ekspor minyak sawit mentah (
CPO) ke berbagai negara, ternyata membawa dampak. 

Hal ini juga dirasakan oleh petani sawit di beberapa daerah Kalimantan Timur, termasuk di Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur

"Ya, kita semua terdampak. Luar biasa dampak ini. Minyak goreng naik, harga sawit turun," ujar Suyanto, petani sawit di Longikis. 

Pasalnya turunnya harga secara drastis yang awalnya Rp 3000,00 menjadi Rp 1000,00 per-kilo membuat banyak lodingan di longikis, kabupaten paser tutup.

Baca juga: Soal Larangan Ekspor CPO, Apkasindo Paser Nilai Pemerintah Salah Ambil Kebijakan

Baca juga: Pemerhati Politik dan Hukum di Paser Soroti Dampak Kebijakan Larangan Ekspor CPO dan Harga TBS Turun

Baca juga: Kapal Bermuatan 4.100 Ton CPO Dibekuk KRI Mandau 621, Lanal Balikpapan Selidiki Indikasi Selundupan

"Lodingan sawit banyak yang tutup ini. Karena harganya yang turun. Jadi rugi dia. Karena mereka banyak yang tutup, ya imbasnya ke petani lagi. Tidak ada penghasilan," kata Suyanto.

Senada dengan Kusmawati, perempuan yang berprofesi sebagai petani sawit di Long Ikis menjelaskan bahwa kebijakan larangan ekspor membuat pasokan sawit berlebih,

Bahkan jika terlalu lama dibiarkan, akan membuat hasil panen membusuk.

"kalau dibiarkan lama, ya sawitnya busuk. 2 sampai 3 hari aja, sudah rontok. Tidak layak diolah. " tambah ibu dari tiga anak tersebut.

Mereka berharap, harga sawit tersebut stabil kembali. "Saya harap harganya kembali seimbang. Kalo minyak naik begini, sedangkan harga sawit turun, susah kita bisa membaginya," ungkapnya. (*) 

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved