Klaim Hutan Kaltim Masih Luas, Gubernur Isran Noor: Bukan Bela Siapa-siapa

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengklaim Kaltim masih memiliki lahan hutan yang luas meskipun diambil untuk Ibu Kota Nusantara

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dalam pembukaan Pra Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Y20 di Kota Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengklaim Kaltim masih memiliki lahan hutan yang luas meskipun diambil untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

Hal tersebut diungkapkan Isran dalam sambutannya dalam pembukaan Pra Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Y20 di Kota Balikpapan.

Y20 merupakan salah satu engagement group resmi G20 bidang kepemudaan yang mewadahi delegasi pemuda dari seluruh negara anggota G20.

Acara Pra KTT Y20 di Kalimantan Timur persisnya berlangsung pada 21 dan 22 Mei 2022 dengan mengusung tema 'Planet yang Berkelanjutan dan Layak Huni'.

Baca juga: IKN Mengusung Konsep Forest City, tapi Tutupan Lahan Hutan Hijau Masih 42 Persen, Langkah KLHK

Baca juga: Survei Pemindahan IKN dari Jakarta ke Nusantara Kaltim, Setuju Tak Ada Jawa Sentris

Baca juga: Apel Kebangsaan Ormas di IKN Nusantara, Merawat Harmoni dan Kesatuan dalam Keragaman

"Kalimantan Timur masih punya hutan yang luas, kalau diambil untuk pembangunan IKN saja masih ada banyak," ujarnya, Sabtu (21/5/2022).

Dalam kesempatan itu, Isran turut menyangkan sikap sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dalam negeri yang mengatakan hutan di Kaltim tengah dirusak.

Menurutnya, hal itu merupakan pendapat yang salah. Secara terang-terangan ia pun mengaku tak suka apabila ada warga Indonesia yang menjelekan kebijakan negaranya.

Isran menyebut, tak ada hutan di Indonesia khususnya di Kaltim yang dirusak. Semua hal yang dilakukan, lanjutnya, berkaitan dengan segala kepentingan bangsa.

Apalahi pengertian mengenai hutan sudah tertera jelas di dalam peraturan undang-undang.

Baca juga: Gubernur Se-Kalimantan Dorong Pembangunan IKN Nusantara Dikebut, Permintaan Khusus

"Jangan kita sendiri yang menjelek-jelekan kebijakan negara kita. Saya bukan bela-bela siapa tapi tidak suka kalo ada orang kita yang menjelekan kebjakan pemerintah," terangnya.

Untuk itu, ia pun meminta kepasa Co-Chair Y20 untuk menyampaikan kepada masyarakat luas. Ia ingin memperkenalkan kondisi Kalimantan Timur dalam merawat hutan dan menjaga lingkungan.

"Karena ini sudah kita buktikan di Kaltim," tandasnya. (Mohammad Fairoussaniy/ADV/Kominfo Kaltim)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved