Berita Viral

Viral! Terkuak Sosok Wanita 43 Tahun yang Rudapaksa ABG di Kaltara, Korban Nangis saat Lihat Ibunya

Fakta baru seputar kasus anak baru gede (ABG) berusia 16 tahun di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) jadi korban rudapaksa wanita 43 tahun terkuak.

Editor: Doan Pardede
Kolase TribunKaltara.com / Twitter dan TribunKaltara.com / Febrianus Felis
Kalimantan Utara trending topic di Twitter, kasus Mantan PSK yang melampiaskan nafsu pada remaja pria di Nunukan, disorot. 

Bahkan R sempat mencabut sendiri infus yang dipasang oleh perawat. R sering memanggil nama ayah dan ibunya meminta tolong.

Ketika ada orang yang datang menjenguknya, R tampak kaget dan segera bangun dari tempat tidurnya.

"Dua kali dia cabut infusnya sendiri. R merasa banyak orang yang berbisik-bisik di telinganya. Makanya kalau sudah datang anginnya, dia sering manggil nama bapak dan ibunya minta tolong," ucapnya.

Irfan menyampaikan, sepupunya itu memberontak bila melihat benda berwarna kuning.

"Agak sensitif kalau melihat warna kuning. Jadi berontak dia," beber Irfan.

R merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Ayahnya seorang montir di Keningau, Malaysia, sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga.

Irfan mengungkapkan, R menyelesaikan pendidikan SD dan SMP di Malaysia. Setelah itu ia melanjutkan sekolah menengah atas di Nunukan.

"Yang saya tahu di Nunukan dia tinggal di asrama sekolah. Dulu waktu masih di Malaysia anaknya ceria saja, karena sering datang ke rumah saya main," ujarnya.

Informasi yang dihimpun, selama di Nunukan, korban tinggal bersama seorang perempuan mantan PSK. Baru-baru ini saja, korban tinggal di asrama sekolah.

Kondisi Badan Korban Terdapat Luka Bekas Cakar

Pada beberapa bagian tubuh korban terdapat luka bekas cakar.

Irfan menuturkan pada kondisi tertentu, R sering mencakar badannya sendiri. Bahkan pada bagian jidatnya terdapat luka goresan.

"Kepalanya itu dia benturkan sendiri di tiang ranjangnya di asrama. Hari Selasa tanggal 17 Mei, dia dibawa guru dan teman sekolahnya ke rumah sakit. Jadi selama kami belum datang, dia ditemani temannya secara bergantian," tuturnya.

Nangis saat Melihat Ibunya

Irfan menceritakan saat ibunya datang, R memeluk ibunya sambil menangis. Ia bahkan baru memiliki selera makan, saat ibunya datang.

"Nangis waktu ibunya datang. Sebelum ibunya datang susah dia makan. Sekarang agak mendingan, karena sudah mau makan. Hanya memang masih depresi," ungkapnya.

Ibu korban didampingi gurunya sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Nunukan.

Sementara itu, Plt Kasi Humas Polres Nunukan Iptu Supriadi, membenarkan bahwa pihak keluarga korban telah melaporkan dugaan pelecehan seksual ke Polres Nunukan.

"Ini pihak korban masih buat laporan resmi di Polres. Nanti kami rilis," imbuh Supriadi melalui pesan singkat.

(*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved