Ekonomi dan Bisnis

Ekonomi Kaltim Triwulan Pertama Alami Pertumbuhan Positif

Geliat Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur pada Triwulan pertama tahun 2022 mengalami pertumbuhan positif jika dibanding periode

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO
ILUSTRASI Ibu Kota Provinsi Kaltim, Samarinda-Kaltim Ekonomi Kaltim tercatat oleh BPS Kaltim pada Triwulan pertama tahun 2022 mengalami pertumbuhan positif jika dibanding periode yang sama tahun 2021 lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Geliat Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur pada Triwulan pertama tahun 2022 mengalami pertumbuhan positif jika dibanding periode yang sama tahun 2021 lalu.

Perbaikan ekonomi di Benua Etam tercatat Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim pada besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp185,40 triliun. 

Jika secara persentas perekonomian Kaltim mengalami pertumbuhan sebesar 1,85 persen.

Plt Kepala BPS Kaltim, Nur Wahid mengungkapkan, pertumbuhan positif imi buka hanya terjadi di Kaltim saja. 

Baca juga: BPS Kaltim Sebut Ekonomi di Kaltim Alami Pertumbuhan 2,48 Persen

Baca juga: BPS Balikpapan Gelar Cencus Night, Penuhi Data Sensus Penduduk 2020, Sasar Tuna Wisma dan Awak Kapal

Baca juga: BPS Kaltim Kerahkan 5.500 Petugas Lakukan Sensus Penduduk 2020, Gunakan Metode Online Juga Loh

Namun di seluruh provinsi di Pulau Kalimantan, turut mengalami pertumbuhan positif.

"Kaltim masih memberikan kontribusi paling besar. Walau dengan pertumbuhan 1,85 persen, sumbangsihnya mencapai 49,97 persen," ungkap Nur Wahid, Sabtu (28/5/2022).

Disambung Nur Wahid, pada PDRB Kaltim selama Triwulan I tahun 2022 masih didominasi oleh Komponen Ekspor Barang dan Jasa dengan andil sebesar 110.30 persen. 

Ekonomi Bumi Mulawarman diketahui masih mendominasi dibandingkan 4 provinsi lain di Pulau Kalimantan. 

Baca juga: Airlangga: Sinergi Musrenbang DKI-Pemerintah Pusat Bantu Pertumbuhan Ekonomi Nasional

"Pertumbuhan tertinggi terjadi di Kalimantan Tengah dengan persentase 7,32 persen dan disusul Kalimantan Utara sebesar 4,53 persen," sambungnya.

Meski begitu, jika kembali dibandingkan Triwulan sebelumnya, yaitu pada Triwulan IV tahun 2021, perekonomian Kaltim pada 3 bulan pertama tahun 2022 mengalami pertumbuhan yang negatif. 

Kontraksi terjadi sebesar 1,64 persen jika dibandingkan triwulan terakhir pada tahun 2021.

Diakui Nur Wahid, hal tersebut disebabkan adanya penurunan kinerja yang terjadi pada sejumlah lapangan usaha dominan, semisal pertambangan dan penggalian. 

Kinerja usaha pada bidang ini memberikan andil negatif sebesar minus 0,81 persen dan menyebabkan penurunan sebesar 1,74 persen. 

"Selain itu administrasi pemerintahan yang belum optimal pada awal tahun dan Lapangan usaha konstruksi juga menyebabkan ekonomi Kaltim kontraksi,” terangnya.

Triwulan I tahun 2022, beberapa lapangan usaha juga tercatat memberikan andil positif paling besar. 

Lapangan usaha industri dan pengolahan dengan andil 0,31 persen.

"Lapangan usaha konstruksi sebesar 0,28 persen," pungkas Nur Wahid. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved