Berita Internasional Terkini

Ketakutan Jerman Jika Embargo Gas Rusia Dilakukan: Ekonomi Memburuk, Pengangguran Meningkat

Menteri Tenaga Kerja Jerman, Hubertus Heil, mengatakan embargo gas Rusia akan menyebabkan hilangnya pekerjaan dan secara serius mempengaruhi ekonomi

NIKOLAY DOYCHINOV / AFP
Logo raksasa energi Rusia Gazprom di salah satu pom bensin di Sofia pada tanggal 27 April 2022. Raksasa energi Rusia Gazprom mengatakan pada 27 April 2022 telah menghentikan semua pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria setelah tidak menerima pembayaran di dalam Rubel dari dua anggota Uni Eropa itu. Presiden Vladimir Putin bulan lalu mengatakan Rusia hanya akan menerima pembayaran untuk pengiriman dalam mata uang nasionalnya, dengan pembeli diharuskan untuk membuat rekening rubel atau tidak mendapat gas. 

TRIBUNKALTIM.CO – Ketakutan Jerman jika embargo gas Rusia dilakukan secara langsung, efek negatif akan langsung dirasakan masyarakat di negara itu.

Menteri Tenaga Kerja Jerman, Hubertus Heil, mengatakan embargo gas Rusia akan menyebabkan hilangnya pekerjaan dan secara serius mempengaruhi ekonomi negaranya.

Hubertus Heil mengatakan hal itu dalam sebuah wawancara dengan media Funke, yang diterbitkan Sabtu (28/5/2022).

Baca juga: Rusia Tak Berkutik di Perbatasan Norwegia-Finlandia, Dicegat Pesawat Tempur NATO

Baca juga: Pantas Rusia Sulit Taklukkan Ukraina, Amerika Traktir Ribuan Rudal Stinger Lagi

“Kita harus secara bertahap menjadi mandiri dari impor gas, tetapi pengenaan embargo segera akan memperumit situasi dengan kenaikan harga yang lebih tinggi dan menyebabkan hilangnya pekerjaan. Jadi ini harus kita hindari,” ujarnya mengingatkan.

Heil mencatat pasar tenaga kerja di Jerman, meskipun menderita akibat pandemi Covid-19, saat ini stabil, tetapi langkah-langkah drastis seperti memotong gas Rusia akan mengubah situasi menjadi lebih buruk.

“Namun, jika terjadi embargo gas langsung, kita akan berada dalam situasi yang sama sekali berbeda secara ekonomi dan sosial,” katanya, seraya menambahkan embargo akan menjadi “racun bagi masyarakat (Jerman).

Bersama negara-negara Uni Eropa lainnya, Berlin telah berupaya menghapus energi dari Rusia, tetapi pemerintah telah berulang kali menyatakan negara tersebut tidak dapat melakukannya segera.

Ledakan krisis ekonomi dan industri akan langsung terjadi. Jerman sangat bergantung energi Rusia, membeli sekitar 25 persen minyaknya dan 40 persen gasnya.

Namun, menurut strategi saat ini, Berlin berencana untuk sepenuhnya menggantikan batu bara dan minyak Rusia pada akhir tahun, dan beralih dari gas Rusia ke pemasok alternatif pada 2024.

Ilustrasi kilang perusahaan minyak Rusia, Lukoil di Brussels, Belgia. Foto diambil 13 Mei 2022. Negosiasi Uni Eropa terkait embargo minyak dan gas Rusia yang berlangsung 10 hari buntu. Paket sanksi untuk Rusia ditolak sejumlah negara Uni Eropa.
Ilustrasi kilang perusahaan minyak Rusia, Lukoil di Brussels, Belgia. Foto diambil 13 Mei 2022. Negosiasi Uni Eropa terkait embargo minyak dan gas Rusia yang berlangsung 10 hari buntu. Paket sanksi untuk Rusia ditolak sejumlah negara Uni Eropa. (AFP Photo/Kenzo Tribouillard)

Kiev Sita Aset Rusia

Perkembangan lain dari Ukraina, Kiev memulai proses penyitaan aset raksasa minyak Rusia Rosneft. Informasi disampaikan Dinas Keamanan Ukraina (SBU) di saluran Telegramnya, Sabtu.

"SBU memprakarsai penyitaan aset Rosneft di Ukraina. Aktivitas perusahaan energi, yang merupakan bagian dari grup Rosneft Rusia, diblokir," bunyi pesan tersebut.

Menurut pengumuman SBU, sekitar 20 juta hryvnia ($677.000) aset yang diduga milik anak perusahaan Rosneft di Ukraina diblokir.

Nama perusahaan belum diungkapkan. Rosneft belum mengeluarkan komentar mengenai proses tersebut.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved