Otomotif

Kembangkan Teknologi Swap Battery, Pembuatan Elektrifikasi Kendaraan Dipercepat

Kemenperin optimistis, industri otomotif akan terus menjadi penopang akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Editor: Budi Susilo
kompas.com/Ruly
ILUSTRASI Mobil listrik. Kemenperin optimistis, industri otomotif akan terus menjadi penopang akselerasi pemulihan ekonomi nasional. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kembangkan teknologi Swap Battery, pembuatan elektrifikasi kendaraan dipercepat.

Kemenperin optimistis, industri otomotif akan terus menjadi penopang akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Keyakinan tersebut tercermin dari kinerja industri alat angkutan yang mengalami pertumbuhan paling tinggi pada triwulan I tahun 2022, dengan capaian sebesar 14,2 persen (y-on-y).

Seiring dengan kinerja otomotif yang gemilang, industri pengolahan nonmigas mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,47 persen.

Baca juga: Mampu Imbangi Bahkan Melebihi Mobil Mesin Turbo, Inilah Penyebab Mobil Listrik Punya Torsi Besar

Baca juga: Dukung Program KBLBB, Dinas ESDM Kaltim akan Susun Pengadaan Mobil Listrik untuk Operasional

Baca juga: Menperin Undang Hyundai Motor Buat Akademi dan Bangun Pabrik Mobil Listrik di Indonesia

Guna mempercepat elektrifikasi kendaraan di Tanah Air, Kementerian Perindustrian berkolaborasi dengan The New Energy and Industrial Technology Development Organization (NEDO), Japanese Executing Agency dan Indonesia RnD Institution.

Kerja sama tersebut akan mendemonstrasikan penggunaan teknologi swap battery untuk kendaraan.

"Kami memberikan apresiasi kepada semuanya atas kontribusi dan kerjasamanya, sehingga proyek demonstrasi sepeda motor listrik dengan teknologi swap battery dapat dilaksanakan dengan baik di tengah situasi pandemi Covid-19," tutur Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin Taufiek Bawazier, Selasa (31/5/2022).

Nantinya, hasil studi proyek tersebut dapat memberikan gambaran menyuluruh mengenai model bisnis battery swap dan dampaknya terhadap industri kendaraan bermotor.

Dari situlah akan didapat referensi untuk mendukung investasi dalam pengembangan ekosistem kendaraan bermotor rendah emisi dan ramah lingkungan di Indonesia.

Kemenperin optimistis, industri otomotif akan terus menjadi penopang akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

Keyakinan tersebut tercermin dari kinerja industri alat angkutan yang mengalami pertumbuhan paling tinggi pada triwulan I tahun 2022, dengan capaian sebesar 14,2 persen (y-on-y).

Baca juga: Spesifikasi Mobil Listrik Tesla Model 3, Bebas Sistem Ganjil Genap dan Pajak Bea Kendaraan Bermotor

Seiring dengan kinerja otomotif yang gemilang, industri pengolahan nonmigas mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,47 persen.

"Atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,01 persen pada triwulan I-2022," ungkap Taufiek. 

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Percepat Elektrifikasi Kendaraan, Kemenperin Kembangkan Teknologi Swap Battery

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved