Berita Penajam Terkini

Harga Telur Ayam di Penajam Paser Utara Meroket Naik

Harga telur ayam di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), turut mengalami kenaikan sejak beberapa hari terakhir

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI Pedagang telur di Kalimantan Timur. Harga telur ayam di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), turut mengalami kenaikan sejak beberapa hari terakhir. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Harga telur ayam di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), turut mengalami kenaikan sejak beberapa hari terakhir.

Dijelaskan Kepala Dinas Perdagangan Penajam Paser Utara, Kuncoro harga telur ayam di pasar tradisional, naik menjadi Rp54 ribu, yang sebelumnya Rp50 ribu per rak.

"Harga telur memang naik terus harganya, biasa Rp50 ribu per rak, sekarang jadi Rp54 ribu karena memang pengaruh harga pasar dari Jawa dan Sulawesi," ungkapnya Rabu (1/6/2022).

Kuncoro menjelaskan, penyebab naiknya harga telur dipicu permintaan pasar yang cukup tinggi.

Baca juga: Jelang Lebaran Idul Fitri, Harga Telur Naik Kini Capai Rp 28 Ribu/Kg

Baca juga: Harga Telur Turun Jadi Rp 43 Ribu/Piring di Pasar Tamrin Bontang, Diikuti Cabai Rp 45 Ribu/Kg

Baca juga: Harga Telur di Pasar Induk Sangatta Utara Naik, Konsumen Mengeluh, Rp 65 Ribu per Piring

Serta naiknya harga pakan ayam dan harga telur yang didatangkan dari luar daerah juga turut mengalami kenaikan.

Menurutnya, hampir sebagain besar telur ayam di Benuo Taka, didatangkan dari luar daerah sebab produksi telur di Penajam Paser Utara masih terbatas.

"Juga karena memang produk di Penajam Paser Utara kan belum memenuhi untuk itu, masih tegantung dari luar daerah," sambungnya.

Kuncoro mengatakan, telur ayam yang beredar di PPU hanya 30 persen yang berasal dari peternak lokal.

Baca juga: Disdukcapil Penajam Paser Utara Terapkan Aturan Baru Pencantuman Nama di Dokumen Kependudukan

Peternak lokal juga masih sangat terbatas, karena hanya ada di desa Girimukti dan Kecamatan Sepaku.

"Telur dari luar ada sebanyak 70 persen, 30 persen saja dari lokal, itu karena peternak kita juga terbatas, ada di Girimukti dan Sepaku," pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved