Provinsi Kaltim Peringkat Kedua Nasional Terkait Realisasi Pendapatan Daerah Tertinggi

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menorehkan prestasi dengan berhasil menempati peringkat Kedua terkait realisasi anggaran pendapatan daerah tinggi

TRIBUNKALTIM.CO/HO
Gubernur Kaltim Isran Noor saat menerima penghargaan dari Mendagri Tito Karnavian terkait capaian realisasi pendapatan daerah tertinggi dari tahun 2020 ke tahun 2021 kategori Provinsi.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menorehkan prestasi dengan berhasil menempati peringkat Kedua terkait realisasi anggaran pendapatan daerah tertinggi.

Penghargaan sendiri berhak diterima Pemprov Kaltim dari Kementerian Dalam Negeri, sebagai apresiasi atas keberhasilan dalam realisasi pendapatan daerah tertinggi dari tahun 2020 ke tahun 2021 kategori Provinsi. 

"Alhamdulilah, Kaltim bisa meraih penghargaan ini. Tentunya ini harus jadi motivasi agar pendapatan Kaltim ke depan bisa lebih meningkat lagi," ungkap Gubernur Kaltim Isran Noor, Kamis (2/6/2022).

Penghargaan peringkat kedua pemerintah daerah dengan realisasi pendapatan daerah tertinggi dari tahun 2020 ke tahun 2021 kategori provinsi, pada diserahkan dalan gelaran Penganugerahan Realisasi APBD dan Rakornas Keuangan Daerah Tahun 2022 di Hotel Bidakara, Kamis (2/6/2022).

Baca juga: Gubernur Kaltim Hadiri Undangan Kemendagri Rakernas Keuangan se-Indonesia

Baca juga: Investasi Kaltim di Triwulan I Capai Rp 14,95 Triliun

Baca juga: Info Beasiswa 2022: Besaran Nominal Beasiswa Bank Indonesia untuk Mahasiswa Kaltim, Sudah Daftar?

Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Isran Noor sendiri didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim Ismiati, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Kaltim Syafranuddin dan  Kepala Bidang Anggaran BPKAD Kaltim Iwan Darmawan.

Orang nomor satu di Benua Etam ini juga turut menyampaikan ukuran penilaian yang dilakukan Kementerian Dalam Negeri, dengan melihat Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Pendapatan dan Belanja Daerah yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan 2021. 

LRA juga sudah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pendapatan daerah Kaltim sendiri diungkapkan Isran Noor pada tahun 2021 ditargetkan sebesar Rp9,58 triliun.

Baca juga: Porprov Kaltim 2022 Berau, KONI Kutai Kartanegara Perjuangkan Percepatan Bonus Atlet Peraih Medali

"Realisasi pendapatan tahun 2021 Rp 10,22 triliun atau sebesar 106,57 persen. Persentase realisasi pendapatan daerah ini yang dinilai sebagai indikator," terang Isran Noor. (Mohammad Fairoussaniy/ADV/Kominfo Kaltim)

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved