Berita Paser Terkini

27 Tahun Jaga Hutan di Paser, MHA Mului Dianugerahi Penghargaan Kalpataru

Pasalnya salah satu kelompok masyarakat di Kabupaten Paser telah ditetapkan sebagai salah satu penerima penghargaan paling bergengsi

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
HO/DLH Kaltim
Kepala Adat sekaligus Ketua Masyarakat Hukum Adat (MHA) Mului, Kabupaten Paser, Jidan.  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) patut berbangga.

Pasalnya salah satu kelompok masyarakat di Kabupaten Paser telah ditetapkan sebagai salah satu penerima penghargaan paling bergengsi di bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Yakni Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia (RI).

Sebagaimana diketahui, Kalpataru merupakan penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan yang diberikan pemerintah kepada pihak-pihak yang dinilai berjasa dalam merintis, mengabdi dan menyelamatkan lingkungan hidup, serta kehutanan.

Baca juga: 27 Tahun Berjuang Jaga Hutan, MHA Mului Paser Dianugerahi Penghargaan Kalpataru oleh Kemen LHK RI

Baca juga: Wisata Alam Kampung Baru di Kawasan IKN, Andalkan Kelestarian Mangrove dan Liarnya Bekantan

Baca juga: Pemuka Lintas Agama Deklarasi Jaga Hutan, Din Syamsudin Launching IRI Indonesia Chapter Kaltim

Penghargaan tersebut diberikan kepada masyarakat, maupun kelompok yang dinilai layak dan pantas memperoleh Kalpataru, karena perannya dalam melestarikan lingkungan.

Melalui surat keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Nomor SK.533/MENLHK/PSKL/PSL.3/5/2022, tentang Penerima Penghargaan Kalpataru tahun 2022, menetapkan 10 penerima penghargaan Kalpataru.

Dari 10 penerima penghargaan Kalpataru, Masyarakat Hukum Adat (MHA) Mului dari Kampung Mului, Desa Swan Slutung, Kecamatan Muara Koman, Kabupaten Paser, menjadi satu-satunya perwakilan Kaltim yang berhak menerima penghargaan tersebut untuk kategori Penyelamat Lingkungan.

MHA Mului sendiri telah berjuang menjaga dan merawat hutan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, selama kurang lebih 27 tahun.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim, E.A.Rafiddin Rizal menjelaskan, penghargaan Kalpataru yang diterima oleh MHA Mului menjadi bukti bahwa masyarakat Kaltim sadar betul pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup dan kehutanan.

Sekaligus merupakan pengakuan dan apresiasi terhadap perorangan maupun kelompok masyarakat yang secara aktif memelihara kearifan lokal dalam menjaga lingkungan.

Ini menambah jumlah penghargaan kalpataru yang telah diperoleh oleh masyarakat Kalimantan Timur selama beberap tahun terakhir, dan kebanggaan tersendiri.

Baca juga: Paser Wakili Kaltim Masuk Nominasi Penyelamat Lingkungan Hidup Kalpataru 2022

"Setelah 2 (dua) tahun terakhir karena situasi pandemi Covid-19, Kaltim dapat memperoleh Kembali penghargaan Kalpataru," ucapnya kepada TribunKaltim.co pada Jumat (3/6/2022).

"Kami tentu berharap, berbagai program pemerintah tentang upaya menjaga kelestarian lingkungan dapat didukung oleh masyarakat," tuturnya.

MHA Mului ini dapat dijadikan contoh bagi masyarakat luas tentang bagaimana merawat, serta menjaga lingkungan hidup tetap asri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved