Pemprov Kaltim Terus Dorong Upaya Peningkatan UMKM Lewat Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong upaya peningkatan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Aksi Afirmasi BBI

TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Gubernur Kaltim Isran Noor saat melihat hasil produk UMKM dikantor Disperindagkop UMKM. TRIBUNKALTIM.CO/ NEVRIANTO HP 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong upaya peningkatan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, mengungkapkan upaya tersebut juga disampaikan Presiden Joko Widodo, agar pelaku buatan Indonesia lebih dikenal dan bisa menjadi pendapatan negara.

"Sudah dilaksanakan, sebagai bukti komitmen dan dukungan terhadap aksi afirmasi BBI, Pemprov Kaltim telah membentuk Tim Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat tentang penggunaan produk dalam negeri," ungkap Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Jumat (3/6/2022).

Dia menambahkan, bahwa Tim P3DN terus menyeimbangkan target pemprov dan pemerintah pusat, untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri serta mensosialisasikan ke semua daerah.

Baca juga: Cek Jadwal dan Nama Penerima BLT UMKM Rp 600.000, BPUM 2022 Cair Lagi

Baca juga: Wagub Kaltim Hadi Mulyadi: Bukan Bayan Saja, Seluruh PKP2B Serius Terkait CSR

Baca juga: DBH Kecil hingga Dana Perusahaan Keluar Daerah, Hadi Mulyadi: Kaltim Hanya Dapat Kecewa?

"Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk Usaha Mikro, Usaha Kecil, dan Koperasi dalam rangka menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, diwajibkan 40 persen nilai anggaran belanja barang/jasa untuk menggunakan produk UMKM, oleh tim
P3DN Pemprov Kaltim terus dilaksanakan," jelas Hadi Mulyadi.

Pemprov Kaltim juga mendorong dinas atau instansi dan masyarakat guna mencintai serta memilihbuntuk menggunakan hasil produk industri lokal melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI).

"Langkah ini dilakukan untuk membangkitkan gairah usaha di daerah, sekaligus mendorong upaya pemulihan ekonomi, ditengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini," pungkasnya.

Aksi Afirmasi BBI juga jadi salah satu wujud peningkatan penggunaan produk dalam negeri oleh masyarakat.

Tugas pemerintah wajib mendorong dan membuka akses masyarakat agar lebih mudah belanja produk lokal terutama produk UMKM.

Baca juga: Perusahaan Batubara di Kaltim Salurkan Dana CSR Rp 500 Miliar ke UI, Hadi Mulyadi: Masyarakat Kecewa

"Melalui dinas dan instansi terkait juga, kita terus berupaya melakukan pembinaan serya pengembangan UMKM, agar hasil produksi juga memiliki kualitas yang sesuai dengan permintaan pasar, salah satunya melalui online," pungkas Hadi Mulyadi. (Mohammad Fairoussaniy/ADV/Kominfo Kaltim)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved