Berita Nasional Terkini

Soal Kerjasama Perdagangan Pengusaha RI-Malaysia di Perbatasan Ditolak, Ini Kata Wagub Kaltara

Konsulat RI di Sarawak Malaysia menolak permohonan Gubernur Kaltara yang meminta dukungan kepada pihak konsulat, agar kerja sama perdagangan

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI
Wakil Gubernur Kaltara, Yansen Tipa Padan di Tanjung Selor, Provinsi Kalimantan Utara 

TRIBUNKALTIM.CO- Konsulat RI di Sarawak Malaysia menolak permohonan Gubernur Kaltara yang meminta dukungan kepada pihak konsulat, agar kerja sama perdagangan antar pengusaha Indonesia dan Malaysia di daerah perbatasan di Kaltara dapat dilakukan.

Penolakan Konsulat RI di Sarawak Malaysia membuat Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan kesal.

Bahkan ia mengaku kecewa dengan keputusan Konsulat RI di Sarawak Malaysia itu. 

"Pak Gub membuat surat supaya Konsulat memberi dukungan kerja sama antara pengusaha kita Indonesia dan Malaysia, itu yang kita harap persetujuannya sepanjang aturan hukumnya dibenarkan," kata Yansen Tipa Padan, Jumat (3/6/2022).

"Kita sudah bersurat ke Konsulat kita di Malaysia tapi tanggapannya kurang positif, Konsulat itu tidak menyetujui adanya permintaan Gubernur supaya ada barang bisa masuk ke Indonesia," kata Yansen geram.

Baca juga: Bangun Kota Baru Mandiri Tanjung Selor, Pemprov Kaltara Tegaskan Bukan Pemda Semata

Baca juga: Dalam Sepekan, Lantamal XIII Tarakan Amankan 186 Karung Pakaian Bekas di Perairan Kaltara

Baca juga: Bangun Area Industri dan Pelabuhan Tana Kuning-Mangkupadi Kaltara Butuh Batu dari Sulawesi

Wagub Yansen berujar, masyarakat Kaltara yang ada di perbatasan seperti halnya di daerah Krayan, Nunukan, masih membutuhkan pasokan barang dan sembako dari Malaysia.

Mengingat jika hanya mengandalkan pasokan dari Indonesia maka harga barang akan melambung tinggi.

Tak hanya itu, Mantan Bupati Malinau itu mengatakan jika perdagangan resmi di perbatasan tidak diperkenankan maka akan menciptakan jalur-jalur perdagangan tak resmi.

"Pertanyaannya, kalau itu tidak resmi yang terjadi apa? yang tidak resminya, nanti yang rugi negara juga," ungkapnya.

Karena itu dirinya berharap, pihak konsulat dapat memikirkan kembali kebijakan yang diambil dengan mengutamakan kepentingan pemenuhan kebutuhan masyarakat Indonesia di perbatasan.

Baca juga: Korban Kini Depresi, Kisah Lengkap Pelajar Penerima Beasiswa di Kaltara Dirudapaksa Wanita 43 Tahun

"Kami prihatin Konsulat tidak menyetujui itu dengan segala macam alasan, intinya permintaan Gubernur tidak dikabulkan Konsulat kita di Sarawak, kami sayangkan Konsulat kita terlalu kaku," tuturnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Artikel ini telah tayang di TribunKaltara.com dengan judul Usulan Kerja Sama Perdagangan di Perbatasan Ditolak Konsulat RI di Malaysia, Wagub Kaltara Geram, https://kaltara.tribunnews.com/2022/06/03/usulan-kerja-sama-perdagangan-di-perbatasan-ditolak-konsulat-ri-di-malaysia-wagub-kaltara-geram.

Sumber: Tribun kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved