Ibu Kota Negara

Pemindahan Ibu Kota Negara, Sosiolog Ingatkan Waspada jadi Ladang Korupsi, Kolusi, Nepotisme

Satu halnya yang perlu jadi perhatian saat membangun proyek Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara di Penajam Paser Utara dalam bidang hukum

Editor: Budi Susilo
TribunKaltim.co/Budi Susilo
Ilustrasi lokasi titik nol Ibu Kota Nusantara di Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur memberi dampak. 

Satu halnya yang perlu jadi perhatian saat membangun proyek Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara di Penajam Paser Utara dalam bidang hukum. 

Dijelaskan oleh Dr. Anis Farida, Ketua Panitia Konferensi Nasional Sosiologi IX di Balikpapan pada Kamis (2/6/2022).

Dia menyebutkan, dalam hal ini pemindahan IKN juga akan menjadi ladang KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) dalam pemerintahan serta stakeholder yang terlibat.

Baca juga: Tambang Ilegal Porak-porandakan Kawasan Penyangga IKN Nusantara, Jatam Sebut Ironi

Baca juga: Luar Biasa, 200 Ribu Orang Masuk Kaltim Tahun Depan untuk Bangun IKN Nusantara

Baca juga: Semester II 2022 Bangun IKN Nusantara, Kantor Kemendagri, Kemenlu dan Pertahanan Lebih Dahulu

"Yang menarik sebenarnya adalah masih ada keraguan kalau nantinya kegiatan pemindahan IKN ini berpotensi menimbulkan KKN dan perlu adanya pengawasan yang ketat," tegasnya.

Selain itu, ada pula hasil yang menunjukkan bahwa bagaimana pun budaya lokal yang ada pun perlu dijaga sebaik-baiknya.

"Jadi disini memang mau tidak mau kita harus memperhatikan aspirasi dari masyarakat,'' tegasnya.

Tentu saja agar bagaimana budaya mereka tetap terjaga dan seiring dengan terjadinya pembangunan mereka tidak terpinggirkan.

"Tapi memperoleh porsi sesuai dengan kapasitasnya," tukas Anis.

Baca juga: IKN Nusantara di Kalimantan Timur Pegang 5 Prinsip Konsep Desain, Simak Penjelasannya

Disini lah peran para sosiolog ini diharapkan dapat membantu melalui proses tersebut dalam penyiapan terjadinya transformasi sosial untuk menuju kehidupan yang lebih baik.

Solusinya adalah dengan melibatkan masyarakat lokal dan sosiolog yang mendampingi dalam proses ini.

"Seperti merumuskan dan mendesain bagaimana tahapan yang harus dilalui masyarakat untuk menuju ke titik tersebut," tutupnya.

(TribunKaltim.co/Niken Dwi)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved