Berita Kukar Terkini
Soal Seleksi PPPK, Bupati Kukar Minta Forum Guru Honorer Terus Bersuara ke Pusat
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meminta Forum Tenaga Guru Honorer di Kabupaten Kutai Kartaneg
Penulis: Aris Joni |
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah meminta Forum Tenaga Guru Honorer di Kabupaten Kutai Kartanegara untuk tetap bersuara di Pusat untuk memperjuangkan para tenaga guru honorer untuk mendapatkan peningkatan status dari honorer ke PPPK.
Bahkan, Edi Damansyah secara tegas menyampaikan hal tersebut pada kesempatan saat memberikan sambutan di acara Pelantikan Pengurus Dewan Pendidikan Kukar.
Permintaannya tersebut bukan tanpa alasan, Edi meminta Forum Guru Honorer di Kukar terus bersuara ke pusat, karena dirinya menilai proses seleksi PPPK secara nasional harus dievaluasi karena dinilainya belum terlalu efisien dan sesuai dengan kondisi daerah.
"Saya minta forum terus bersuara ke pusat, jangan berhenti. Karena harus disuarakan semua ke Jakarta," ujarnya. Senin (6/6/2022).
Pasalnya, lanjut Edi Damansyah, kadang-kadang kebijakan secara nasional tidak mendengarkan suara di daerah. Akan tetapi, setelah diimplementasikan tidak sesuai dengan ekspektasi pelamar.
Baca juga: Peringati Hari Bakti Dokter Indonesia, Pemkab Kukar Apresiasi Peran Petugas Kesehatan
Diakuinya, secara nasional proses seleksi PPPK bagus, tapi tidak bisa digeneralisir. Di mana, dia mengakui SDM di Pulau Jawa memang lebih unggul SDMnya, oleh karena itu dirinya mengusulkan ada klaster-klasternya.
"Jadi ukurannya itu secara klaster, bukan secara nasional," ujarnya.
Sebelumnya, Edi juga pernah mengatakan, ada hal yang ia perjuangkan, di mana dirinya menginginkan dalam proses seleksi tersebut kepala daerah dapat dilibatkan.
"Jadi tidak hanya kami diberi penugasan setelah seleksi di-SK-kan, terus gajinya melalui APBD, tapi kita minta libatkan lah kami," tuturnya.
Seperti halnya PPPK, kata dia, dirinya tengah mengusulkan untuk seleksi PPPK dirinya minta yang pengabdian di atas 5 tahun dilakukan tanpa seleksi.
"Ada kategori pengabdian, tapi belum disetujui, tetap diseleksi," tuturnya.
Baca juga: Digadang jadi Objek Wisata Unggulan, Taman Replika Kerajaan dan Monumen Dunia di Kukar Terbengkalai
Bahkan, dirinya juga sudah meminta Sekretaris Daerah Kukar untuk melakukan pemetaan agar jangan sampai mengganggu pelayanan.
Sehingga, jika terdapat di suatu wilayah ada tenaga yang kurang, pihaknya dapat merotasi tenaga yang sudah lama ke wilayah tersebut.
"Yang jadi persoalan nanti pendistribusiannya jadi tidak merata. Seperti contoh, guru-guru di Anggana yang tugasnya ikut formasi dj Tenggarong Seberang PPPK SDnya. Lolos dia pindah ke Tenggarong Seberang, berarti kuranglah guru yang di Anggana.
Sementara dia belum bisa kita pindah langsung ke sana, ada jangka waktu pengabdiannya. Sementara di sekolah asalnya di Anggana kekurangan guru," ucapnya.(*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/suasana-pelantikan-pengurus-dewan-pendidikan-kukar-di-smpn-1-tenggarong.jpg)