Berita Paser Terkini

Polres Paser Gagalkan Penyelundupan 8.000 Butir Yorindo di Lokasi Jasa Logistik

Polres Paser berhasil menggagalkan upaya penyeludupan 8.000 butir pil Yorindo di Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Budi Susilo
HO/POLRES PASER
Pelaku yang diamankan oleh Polres Paser beserta barang bukti berupa ribuan pil Yorindo. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Polres Paser berhasil menggagalkan upaya penyeludupan 8.000 butir pil Yorindo di Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur.

Penggagalan penyeludupan pil Yorindo tersebut oleh pihak kepolisian terjadi pada 30 Mei 2022, sekira pukul 14:08 Wita di salah satu jasa pengiriman logistik.

Kapolres Paser AKBP Kade Budiyarta melalui Kasat Reskoba Polres Paser AKP Yulianto Eka Wibawa menyampaikan, paket yang berisi ribuan obat keras diketahui oleh personel dari Polsek Batu Sopang usai mendapat informasi dari masyarakat.

"Kami dapat informasi jika ada pengiriman paket yang mencurigakan di kantor JNT Batu Kajang," jelas Yulianto, Kamis (9/6/2022).

Baca juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-76, Polres Paser Gelar Donor Darah, Pendonor Dipastikan Bebas Covid-19

Baca juga: Polres Paser Buka Gerai di Dua Lokasi, Siapkan 5 Jenis Vaksin untuk Masyarakat

Baca juga: Pembunuh Wanita di Gunung Rambutan Belum Ditemukan, Polres Paser Terkendala Minimnya Saksi

Usai dilakukan penyelidikan, pihak kepolisian berhasil meringkus RM (21) saat hendak mengambil dan membawa paket tersebut dari Kantor JNT Batu Sopang.

Dijelaskan, RM mengaku paket yang berisi obat keras tersebut merupakan miliknya yang rencananya akan dijual.

"Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan 8.000 butir pil yorindo yang terbagi menjadi delapan plastik, RM mengaku obat tersebut akan dijual," tambah Kasat Reskoba Polres Paser.

Setelah dilakukan penggeledahan pada RM yang merupakan warga Kecamatan Haruai, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, pelaku kemudian di bawa ke Polsek Batu Kajang.

"Pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polsek Batu Sopang, dan saat ini telah di tahan di Mapolres Paser untuk proses lebih lanjut," tutup Yulianto.

Guba mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku disangkakan dengan pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Kini diubah dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja atau Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Dengan ancaman hukuman 15 Tahun kurungan penjara dan denda Rp 50 juta. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved