Gubernur Isran Noor Sebut Covid-19 dan Konflik Dunia Tidak Ganggu Ekspor Kalimantan Timur

Anjloknya perekonomian dunia sejak pandemi Covid-19 pada 2019 ditambah beberapa konflik di belahan dunia lain tentu mempengaruhi kondisi dalam negeri

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Gubernur Kaltim, Isran Noor dalam sebuah pertemuan di Mercure Hotel Samarinda belum lama ini mengatakan stabilitas ekonomi Kaltim masih terjaga untuk menyumbang devisa negara saat dua tahun pandemi dan adanya konflik global (perang). TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Anjloknya perekonomian dunia sejak pandemi Covid-19 pada 2019 ditambah beberapa konflik di belahan dunia lain tentu mempengaruhi kondisi dalam negeri.

Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor mengakui merebaknya virus corona ini serta kondisi konflik global (perang) yang melanda hingga saat ini tidak ada jaminan suatu negara bisa eksis dan stabil ekonominya.

Namun, Isran Noor bersyukur pengaruh dua faktor ini tidak berimbas pada kondisi ekonomi Indonesia.

Isran Noor mengatakan Indonesia lebih baik dari negara-negara lain, dalam hal penanganan Covid-19 maupun menjaga bagaimana stabilitas ekonomi.

"Khusus di Kaltim, selama dua tahun terakhir Covid-19, kita tetap surplus perdagangan luar negerinya (ekspor)," ungkap Isran Noor, Rabu (15/6/2022).

Baca juga: Ekspor CPO Dibuka Lagi, Harga Minyak Goreng di Balikpapan Masih Mahal

Baca juga: Larangan Ekspor CPO Dicabut, Petani Sawit di Paser Beri Apresiasi Presiden hingga Kepala Daerah

Baca juga: Gubernur Kaltim Isran Noor Harap Perusahaan Ikut Andil Bantu Tersedia Air Bersih Untuk Masyarakat

Rata-rata dari data yang didapat Isran Noor, pendapatan Kaltim mencapai 16 miliar US Dollar per tahun

"Itu bersih, dari produksi batu bara, produk perkebunan (CPO), produk-produk pertanian dan kayu. Kita bersyukur, karena Kaltim masih tetap eksis dalam kondisi defisit perdagangan Indonesia," terang Isran Noor.

Bwgitu juga dampak gejolak di dunia, seperti konflik perang Ukraina-Rusia, ekspor Kaltim diungkapkannya melonjak.

Tahun 2022 rata-rata per bulan Kaltim mampu mengekspor komoditi unggulan sampai 3,3 miliar USD.

Dipresiksinya, jika dalam setahun kondisi terus stabil, Kaltim mampu menghasilkan 40 miliar USD, dikurangi pengeluaran untuk biaya impor sekitar 10 miliar USD.

Baca juga: Meski Keran Ekspor CPO Dibuka, Harga TBS di Kabupaten Paser Masih Terendah di Kaltim

"Penghasilan Kaltim untuk Indonesia melalui ekspor sekitar 30 miliar US Dollar, jika kondisinya terus stabil," menurut Isran Noor.

Sementara itu, selain energi seperti harga batu bara naik tajam, minyak dan kayu yang juga mengalami kenaikan, CPO juga ikut merangkak naik.

"CPO kita terbesar di dunia atau lebih dari 58 persen produk CPO dunia berasal dari Indonesia dan Kaltim ikut berkontribusi di dalamnya," tutur Isran Noor.

(Mohammad Fairoussaniy/ADV/Kominfo Kaltim)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved