Berita Penajam Terkini

DPRD Penajam Paser Utara Dorong Pembangunan Jembatan Tol Penajam-Balikpapan

Pembangunan jembatan tol Penajam-Balikpapan di Kalimantan Timur diharapkan untuk segera terealisasi.

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Ketua KBB-KT PPU, Syarifuddin HR mendesak agar tuntaskan penyelesaian pembangunan tol Balikpapan-Penajam agar ada pertumbuhan ekonomi antar dua wilayah yang kebetulan juga untuk melengkapi infrastruktur ke dan dari IKN Nusantara. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pembangunan jembatan tol Penajam-Balikpapan di Kalimantan Timur diharapkan untuk segera terealisasi.

Demikian ditegaskan oleh Anggota DPRD Penajam Paser Utara, Syarifuddin HR kepada TribunKaltim.co pada Jumat (24/6/2022). 

Dia beralasan, sebab jembatan Penajam-Balikpapan merupakan salah satu penopang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Penajam Paser Utara (PPU).

Ia mendorong pemerintah pusat, agar segera merealisasikan pembangunan Jembatan Tol Penajam-Balikpapan.

Baca juga: Pindah Ibu Kota Negara ke Kaltim Berdampak pada Balikpapan dari Sisi Mobilitas Masyarakat

Baca juga: Isran Noor Ingin PMKRI Dukung Presiden Jokowi Wujudkan Ibu Kota Negara di Kaltim

Baca juga: Isran Noor Kepada Calon Jamaah Haji Beber IKN Nusantara Milik Bangsa dan Negara

Diketahui, jembatan penghubung Penajam -Balikpapan telah lama digagas oleh Pemkab Penajam Paser Utara, Pemkot Balikpapan, Pemprov Kaltim dan PT Waskita Karya.

Rencana pembangunan jembatan yang melintasi Teluk Balikpapan telah melalui proses kajian dan seluruh kelengkapan administrasi telah terpenuhi.

Bahkan, megaproyek ini telah diproses lelang investasi di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2019.

Namun, proses lelang dihentikan di tengah jalan.

“Kami meminta pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan Jembatan Tol Penajam-Balikpapan,” ungkapnya di Penajam Paser Utara.

Syarifudin juga menekankan, pemerintah pusat semestinya mengalokasikan anggaran pembangunan Jembatan Tol tersebut.

Hal itu karena, sampai saat ini investor hanya sebatas melirik dan belum ada yang deal atau kesepakatan atas pembangunan megaproyek ini.

Kalau bisa pemerintah pusat mengalokasikan anggaran pembangunannya.

"Selama ini, Kalimantan Timur menyumbangkan pendapatan negara dari sektor sumber daya alam mencapai Rp 500 triliun," katanya.

Baca juga: Otorita Ibu Kota Negara Bertukar Gagasan dengan Pakar Kota dan Teknologi Dunia

"Kami juga berharap sekali kepada pemerintah pusat dalam hal ini badan otorita supaya memperhatikan betul apa yang diusulkan pemerintah daerah," jelasnya.

Secara umum dijelaskan Syarifudin, masyarakat Benuo Taka menginginkan Jembatan Tol ini segera direalisasikan.

“Kalau jembatan ini terbangun, maka akan memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujarnya.

Diketahui, Jembatan tol sepanjang 7,9 kilometer (Km) sempat dilelang oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada 2019. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved